Acerca de

2021-10-21 03.11.57 1.jpg

Becici

Puncak Becici, Menenangkan Hati Melalui Sunyi

Jogja sangat terkenal dengan pesona alamnya yang indah. Unsur kebudayaannya

dan cerita di dalamnya pun ikut menjadi perhatian. Jogja merupakan daerah

istimewa yang kekayaannya begitu beragam. Wisatawan dapat menemukan hal

baru yang tersimpan di Jogja dan merupakan jejak masa lalu peninggalan sejarah.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa banyak tempat wisata di Jogja tidak pernah

meninggalkan konsep tentang budaya. Selalu ada hal unik yang menjadi ciri khas

dari Jogja. Terjadi juga kepada Puncak Becici di Desa Wisata Mangunan, mereka

mengkolaborasikan pesona wisata alam dengan konsep “Wana Wisata Budaya

Mataram”. Konsep tersebut sebenarnya juga menjadi kesatuan dengan destinasi

di Desa Wisata Mangunan lainnya yang dibawahi oleh Koperasi Noto Wono.


   Puncak Becici merupakan sebuah wisata alam dengan pesona pepohonan hutan pinus yang menjadi andalan di Kabupaten Bantul. Siapa yang tidak mengenal wisata alam pohon pinus yang berada di Desa Wisata Mangunan. Puncak Becici juga termasuk dalam wisata terkenal yang berada di Yogyakarta. Lebih tepatnya terletak di Gunungcilik, RT 07/ RW 02, Muntuk, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Puncak Becici menyajikan keindahan alam yang dapat travelovers rasakan sejak masuk pada pintu utama. Angin yang bersahutan dengan dedaunan pinus membuat tempat ini terasa sejuk. Ditambah lagi dengan rindangnya pepohonan yang mengelilingi. Wisatawan akan lebih dimanjakan lagi saat berada di gardu pandang, pasalnya pengunjung akan melihat panorama keindahan alam Yogyakarta yang terlihat dari Puncak Becici. Jika cuaca cerah dan tidak berkabut, travelovers juga dapat melihat laut selatan yang tampak samar-samar dari puncak bukit. 


Beberapa tahun lalu, mantan Presiden Amerika Serikat yaitu Barack Obama juga pernah mengunjungi kawasan Puncak Becici ini. Oleh karena itu, ada spot yang tepatnya di bagian atas wisata yang merupakan bangunan khusus yang diberi nama “Monumen Barack Obama”. Spot ini dibuat untuk menandakan jika Barack Obama pernah berkunjung ke Puncak Becici. Di atas Monumen Barack Obama juga terdapat patung ilustrasi dari mantan Presiden ke-44 Amerika Serikat yang berdiri kokoh.


   Becici berasal dari gabungan kata "ambeg" yang mempunyai arti berdiam diri dan kata suci, dua kata ini merujuk pada cerita turun temurun yang menjadi kepercayaan masyarakat setempat. Cerita mengenai putra pendiri Desa Muntuk yang melakukan semedi di bukit bagian barat hutan pinus dan kemudian ingin disemayamkan di bukit yang sama ketika meninggal dunia. Terlepas dari benar tidaknya cerita ini, hal ini sudah menjadi cerita masyarakat yang berkembang dengan bukti di puncak Bukit Becici ditemukan sebuah petilasan yang menyerupai makam.


Monumen Barack Obama


   Pada tahun 2017, mantan Presiden Barack Obama menyempatkan diri untuk berkunjung ke Puncak Becici saat ia sedang liburan Bersama keluarga ke Indonesia.
“… dan ini juga kan lahan yang kita kelola merupakan atas dasar dawuhe Ngarsa Dalem, waktu itu sebenarnya kunjungan mau ke Keraton Ngayogyakarta namun ketika sampai sana mungkin ruang, waktu, dan saat sampai disana terlalu crowded jadi tidak memungkinkan untuk menampung. Maka dari itu karena di sini juga merupakan wilayah kelola Ngarsa Dalem juga. Sehingga atas dhawuhnya beliau, Barack Obama juga tertarik untuk mengunjungi tempat ini.”, ucap Mas Gandhi selaku pengelola Puncak Becici.


   Dampak setelah kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, terjadi kenaikan pengunjung dengan jumlah berkali lipat daripada sebelumnya. Ada juga dari beberapa teman-teman pelaku wisata yang membuat paket wisata dengan tujuan napak tilas Obama. Pengelola dari Puncak Becici juga merasa bersyukur karena yang sebelumnya pengunjung di sini sangatlah minim namun dengan adanya hal tersebut membuat Puncak Becici lebih dikenal khalayak umum. Pasti travelovers juga pernah mendengar jika Barack Obama pernah tinggal di Indonesia tepatnya Daerah Ibukota Jakarta. Travelovers, ternyata Barack Obama juga pernah tinggal di Yogyakarta. Kedatangan Barack Obama ke Yogyakarta waktu itu juga merupakan kunjungan sebagai mengenang kenangan masa lalu beliau.


Petilasan Mbah Bei


   Pada perjalanan menuju puncak monumen Barack Obama tepatnya sebelum tangga naik terdapat petilasan berbentuk seperti makam. Petilasan tersebut adalah milik Raden Tumenggung Sudjono Dipuro atau masyarakat setempat mengenalnya sebagai Mbah Bei. Sosok Mbah Bei merupakan putra dari Ki Bedo Wiryodikromo yang merupakan pendiri dari Desa Muntuk, Dlingo, Bantul. Sosok Mbah Bei, semasa hidupnya sering melakukan bertapa atau semedi. Dahulu, jika orang ingin mencari petuah mereka mencoba untuk mencari tempat sepi untuk semedi. Sama halnya dengan orang modern sekarang, ketika ingin mendapatkan inspirasi maka mereka mencoba untuk mencari tempat sunyi agar hati terasa tenang dan akhirnya mendapatkan sebuah inspirasi baru. 


   Becici juga merupakan dari kata ‘becik’ yang memiliki arti kebaikan. Sosok Mbah Bei ini juga termasuk sosok dalam cerita rakyat yang sejak dahulu sudah berkembang di area masyarakat Desa Muntuk. Sesuai tutur cerita yang berkembang, Mbah Bei melakukan semedi untuk mencari sebuah petuah dalam hal kebaikan di masa hidupnya. Beliau juga merupakan pendiri dari Sekolah Rakyat pertama di Kapanewon (Kecamatan) Dlingo. Pada jaman dahulu, hanya orang-orang tertentu yang bisa bersekolah. Berbeda dengan Mbah Bei, beliau mempunyai visi misi untuk mengabdi kepada masyarakat. Dikarenakan beliau memiliki keahlian dan kecerdasan dalam pengalaman pernah menempuh pendidikan, lalu ia menularkan kepada masyarakat sekitar desa.


Begitu menarik kan cerita dari Puncak Becici, travelovers? Tak hanya sekedar berwisata saja namun banyak sejarah yang bisa kita dapat pula dari Puncak Becici ini. Kalau sudah berkunjung jangan lupa berbagi cerita juga ya travelovers! Selamat berlibur.

/Zharifah Mutia Khansa – Peserta STIP Travelxism – Universitas Semarang/

puncak becici
DSC_0449-01.jpeg