Acerca de

SAVE_20211018_243118.jpg

Wisata Pengklik

PENGKLIK: SATU TEMPAT BERAGAM WISATA

Menurut penelitian Maslow, manusia memiliki kebutuhan fisik dan psikologis yang harus dipenuhi, salah satunya adalah kebutuhan untuk berwisata. Berwisata merupakan salah satu cara bagi manusia untuk bersenang-senang, berelaksasi, dan melepaskan penat dari beban sehari-hari. Oleh karena itu, berwisata tidak harus jauh dan mahal, tapi berwisata harus cukup untuk menyenangkan diri. 

Preferensi tiap orang dalam berwisata tentu berbeda-beda, ada yang menyukai wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata kuliner bahkan wisata mistis. Tahukah travelovers kalau di Kabupaten Sleman, terdapat tempat wisata yang menyediakan paket lengkap berwisata dengan berbagai atraksi-atraksi menarik. 

Berlokasi di Desa Madurejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, wisata Pengklik merupakan salah satu wisata “baru” yang patut travelovers coba, karena di sini travelovers bisa menikmati berbagai macam wisata di satu tempat. Lokasinya juga tidak begitu jauh dari pusat kota, hanya sekitar 20 sampai 30 menit perjalanan dari Kota Yogyakarta. 

                                                                      Di sini travelovers akan disajikan dengan pemandangan dan suasana pedesaan yang                                                                            tenang dan sejuk jauh berbeda dengan daerah perkotaan yang ramai dsan semrawut.                                                                          Dari jalan utama Prambanan-Gunungk Kidul travelovers harus masuk sekitar 500 meter                                                                          ke jalan Desa Madurejo., Ttapi travelovers tidak perlu khawatir, jalanan Desa Madurejo                                                                          sudah diaspal dan cukup lebar untuk muat dua mobil. Mulai memasuki kawasan Desa                                                                            Madurejo, travelovers akan disuguhi dengan pemandangan sawah yang asri di kanan                                                                            dan kiri serta beberapa warga desa yang menggarap sawah dengan tradisional,                                                                                      pemandangan yang sudah jarang ditemukan di abad 21 ini.

                                                                      Walaupun tergolong sebagai wisata baru, Ppengklik memiliki fasilitas yang lengkap dan                                                                        bagus., Ddi sini terdapat tempat parkir yang luas untuk mobil dan motor. Untuk fasilitas                                                                        kebersihan di sini juga sudah lengkap dan bagus, kamar mandi bersih dan washtafel juga tersedia disini. Wisata Pengklik buka 24 jam, jadi travelovers bisa bebas berkunjung kapan saja., u Untuk tiket masuk di Pengklik, travelovers bisa membayar secara sukarela dengan memasukkan uang di kotak yang telah tersedia di depan

 

WEDANGAN DI PENGKLIK

Begitu memasuki kawasan Wisata Pengklik kita akan disuguhkan dengan pemandangan sawah yang asri, kebun jati dan bukit batu, di sebelah kiri travelovers akan melihat cafe kecil dengan nama Kopi Ndhoro Klenteng, dengan arsitektur yang menyatu dengan alam, dinding dengan ornamen batu dan dapur dengan konsep open kitchen. 

Di sini travelovers bisa menikmati sajian kopi hitam khas Ndhoro Klentheng, dengan gula batu. Tapi sajian wedhangan yang paling lezat dan menghangatkan adalah kunirs asem. Kunir Asem seperti namanya terbuat dari seduhan kunir atau dalam Bahasa Indonesia disebut kunyit dan asem atau asam Jawa. Kunyit yang telah dipotong tipis dan asam jawa dimasukan dalam teko logam kemudian diseduh dengan air panas, disajikan dengan gula batu yang manis. 

Kunir asem memiliki rasa asam, manis dan sedikit pahit yang unik dan menghangatkan tubuh. Selain rasanya yang unik dan enak, kunir asem juga memiliki segudang manfaat bagi tubuh antara lain meredakan nyeri terutama nyeri haid, mengandung anti oksidan yang tinggi, menurunkan berat badan, dan mengontrol gula darah. 

Di sini juga tersedia berbagai macam snack yang bisa travelovers pesan mulai dari mendoan, tahu bakso, piasang goreng sampai rambak, kerupuk kulit sapi yang renyah dan gurih khas Jawa. Di Pengklik Disini juga ada menu makanan berat yang bhisa travelovers pesan untuk mengobati rasa lapar seperti nasi goreng dan mie goreng.  Yang paling unik di sini adalah jika kita memesan minuman akan disajikan di teko logam dengan gelas logam kuno yang pastinya memberi kesan vintage yang unik banget.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GOA JEPANG SAKSI BISU PERANG DUNIA KEDUA

Di sisi selatan dari pintu masuk utama Wisata Pengklik terdapat deretan bukit batu yang perut bukitnya dilubangi untuk bungker dalam tanah tempat Tentara Jepang pada masa Perang Dunia II2 menyusun strategi. Menurut warga sekitar, deretan batu ini dipercaya dulunya adalah ular raksasa yang berubah menjadi batu. 

Goa Jepang ini dibangun sekitar tahun 1942, dan digunakan oleh Tentara Jepang sebagai tempat rahasia dalam menyusun strategi dan pertahanan. Goa jepang biasanya disusun di perut bukit dengan sistem terowongan yang rumit dan bukaan yang tidak terlalu besar. di Pengklik sebenarnya terdapat sekitar 15 bukaan Goa Jepang tapi yang utuh dan dapat dimasuki hanya ada satu. Goa Jepang yang lainya telah tertimbun dan terlalu beriesiko untuk digali, Goa Jepang yang dapat dimasuki juga memiliki struktur yang rapuh sehingga jika travelovers yang ingin memasuki Goa Jepang harus hati-hati dan didampingi oleh pengelola, masuknya pun tidak boleh terlalu dalam hanya sekitar 2 sampai 3 meter.

Di Indonesia terdapat beberapa spot Goa Jepang yang terkenal, diantaranya ada di Kaliurang, dDi Bandung, dan di Pengklik. Jika travelovers membayangkan Goa Jepang sebagai tempat yang seram, di Pengklik, Goa Jepang sama sekali tidak seram, pintu masuknya memiliki struktur melengkung dengan bata putih kuno yang cantik, spot foto yang instagramable banget. 

 

WISATA MAKAM KERATON

  Tepat di atas bukit di bagian selatan terdapat makamn Keraton kuno yang dibangun sekitar tahun 1700-an. Makam Keraton ini memiliki arsitektur yang megah dan klasik dengan pintu kayu besar berwarna hijau khas Keraton. Di depan makam travelovers akan disambut oleh pohon kemuning yang gagah berdiri, pohon kemuning ini merupakan simbol dari Keraton Yogyakarta, dan jika malam hari tiba pohon kemuning ini akan mengeluarkan bau wangi yang semerbak.

Arsitektur makam ini berundak, terdapat beberapa tingkatan makam dan yang dimakamkan sesuai dengan strata sosialnya. Ddi bagian paling tinggi adalah makam Ki Ageng Prawirorejoso dan Istri yang anaknya menikahi Sultan HamengkubuwonoHB VII7. Makam Ki Ageng Prawirorejoso dan Istri adalah yang paling megah dengan kijing besar yang terbuat dari marmer putih. DiI sebelah barat terdapat kompleks makam dengan corak Keraton Solo, perbedaanya dapat dilihat dari bentuk dan arsitektur bangunan. 

Yang paling unik di sini adalah bentuk-bentuk kijing atau batu nisannya. Di sini travelovers dapat melihat macam-macam bentuk kijing dari tahun 1700 sampai tahun 1960-an. Bentuk batu nisannya berbeda- beda sesuai dengan trend pada era dibuatnya, dan sesuai dengan strata sosialnya. 

 

WISATA BUDAYA DI PENGKLIK

 

Selain berwisata kuliner dan sejarah, di Pengklik kita juga dapat berwisata budaya. Terdapat berbagai atraksi budaya yang selain dapat kita lihat juga dapat kita pelajari di sini. Setiap sore sekitar pukul 3 ada anak-anak kecil warga desa lokal yang berlatih menari dengan kostum tradisional, jarik atau batik tradisional jawa yang dililitkan di pinggang dipakai sebagai bawahan dan sampur atau selendang kecil yang ditalikan di pinggang biasanya digunakan sebagai properti dalam menari, travelovers bisa menonton dan juga bisa ikut belajar menari bersama mereka. 

Bagi travelovers yang menyukai olahraga, travelovers bisa mencoba “jemparingan” yaitu seni panahan tradisional Jawa yang dipakai saat perang pada masa Mataram Kuno. Jemparingan seperti panahan pada umumnya menggunakan busur dan panah, tapi pada Jemparingan busurnya terbuat dari kayu tebal, dan panahnya juga terbuat dari kayu dengan mata panah dari logam. Jika travelovers berkeinginan untuk membeli satu set peralatan Jemparingan berupa busur dan 5 panah, travelovers harus memesannya terlebih dahulu, harganya sekitar 600.000 rupiah satu setnya.

 

Gimana nih travelovers, sudah tergoda belum untuk menikmati berbagai macam wisata mulai dari wisata budaya, alam, sejarah, dan kuliner dalam tempat yang sama.

/Nawang Yarra Sumangkar – Peserta STIP Travelxism – Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta/

1635935486404_edited.jpg
SAVE_20211018_242356.jpg
1635935486446.jpg