• Travelxism

4 Fasilitas Ramah Difabel yang Harus Ada di Lokasi Wisata

Hi, Travelovers! Kamu suka ngikutin tren wisata yang ada di TikTok gitu nggak? Kalau iya, berarti kita sama. Tapi, sayang banget nih, kadang tempat wisata itu nggak semuanya ramah difabel. Padahal, teman-teman difabel juga seharusnya punya kesempatan yang sama buat ikutan tren ke tempat-tempat wisata atau bahasa gaulnya, sih, “healing”. Sebab, beberapa lokasi wisata kadang nggak menyediakan fasilitas yang ramah difabel. Terus apa aja, sih, fasilitas yang bisa membantu teman-teman difabel kalau lagi di lokasi wisata? Yuk, simak artikel ini sampai akhir, ya!


Guiding Block

(Sumber: https://jogjascrummy.com/ramahnya-malioboro-dengan-guiding-block/)


Guiding block atau blok-blok penunjuk jalan ini cenderung lebih mudah untuk ditemukan di trotoar lokasi wisata, seperti Malioboro. Nah, ternyata saat memasang fasilitas yang satu ini harus benar-benar diperhatikan karena tipe dari guiding block juga ada maknanya, lho. Yang paling sering digunakan yaitu garis-garis (line type) dan titik-titik (spot type). Apa, sih, makna dari dua tipe itu? Jadi gini Travelovers, line type atau garis memanjang itu memberikan pertanda untuk jalan terus. Sedangkan spot type tandanya berhenti, ada halangan, atau ada belokan. Oleh karena itu, fasilitas yang satu ini cenderung diperuntukkan bagi teman-teman penyandang tunanetra. Fasilitas ini akan cukup memudahkan bagi teman-teman penyandang tunanetra agar dapat berjalan sendiri saat di lokasi wisata tanpa takut tersesat.


Toilet Khusus Difabel

(Sumber: https://dinsos.kaltimprov.go.id/wp-content/uploads/2019/12/Aksesibilitas-Penyandang-Disabilitas-1.pdf)


Siapa nih yang kalau minum dikit bawaannya langsung pengen ke toilet? To be honest, itu mimin banget. Jadi, kalau di tempat wisata itu yang pertama kali dicari, ya, letak toiletnya dulu. Nah, kira-kira ada nggak ya bedanya toilet umum dan toilet khusus difabel? Tentu ada dong, Travelovers. Toilet khusus difabel ini harus memenuhi beberapa syarat seperti harus dilengkapi dengan rambu atau simbol sistem cetak timbul, pintu toilet didesain dengan cara geser berukuran 1,5 meter dengan ruang yang luas, dan lantainya tidak boleh licin. Selain itu, seperti yang pada gambar di atas, toilet ramah difabel harus terdapat pegangan sebagai rambatan dan tombol darurat. Tinggi dari tempat duduk closet juga harus setara dengan kursi roda sehingga akan memudahkan teman-teman difabel untuk berpindah dari kursi roda ke closet. Oh, iya. Toilet ramah difabel ini juga harus memperhatikan letak tisu, shower, wastafel, dan lain-lain agar mudah dijangkau.


Ramp

(Sumber: https://www.pengadaan.web.id/2020/09/desain-ramp-tangga-landai.html)


Ramp atau tangga landai ini sering kita temukan di lokasi umum seperti stasiun, bandara, di dekat trotoar, dan lain-lain. Idealnya suatu tempat wisata juga harus menyediakan fasilitas ini agar dapat mempermudah para pengunjung yang memiliki keterbatasan secara fisik. Nah, untuk kemiringan dari ramp ini tentunya tidak boleh lebih dari 7 derajat. Selain itu, desain dari ramp ini juga harus bertekstur kasar supaya tetap aman digunakan saat hujan, tepinya harus dilengkapi pengaman, pegangan rambatan, serta cahaya yang memadai.


Tempat Parkir Kendaraan bagi Difabel

Meskipun terkesan sepele, tapi fasilitas yang satu ini perlu dipertimbangkan dengan baik oleh pengelola lokasi wisata. Tak jarang kita temui tempat parkir yang jauh dari lokasi wisata dan hal tersebut ternyata cukup menyulitkan bagi penyandang disabilitas yang membawa kendaraan. Sebab, ada beberapa teman-teman difabel yang mengendarai sepeda motor dengan menggunakan alat bantu seperti kursi roda, alat bantu jalan seperti tongkat atau kaki palsu. Oleh karena itu, sebaiknya tempat parkir kendaraan khusus difabel dibuat lebih dekat dengan pintu masuk wisata.


Nah, itu tadi 4 fasilitas yang dapat mendukung teman-teman difabel saat berada di lokasi wisata. So, kalau kamu lagi di lokasi wisata, ada baiknya jangan pakai fasilitas yang dikhususkan bagi teman-teman difabel, ya.

Ngomong-ngomong soal teman-teman disabilitas dan pariwisata, mimin mau ngingetin, nih. Travelovers jangan lupa ikutan Virtual Tour dan Experience dari DifaTravelX. Project ini didanai oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme (AGS), lho. Bakal banyak destinasi wisata yang bisa kamu ikuti. Jangan sampai ketinggalan, ya!



/Alfiatu Rohima - Peserta STIP Travelxism Batch 2 - Universitas Ahmad Dahlan/

29 views0 comments