• Travelxism

5 Kuliner Khas Bali di Perayaan Hari Nyepi, Mahalini Paling Suka No. 3 !


Setiap tahunnya, Bali melakukan perayaan Hari Nyepi dengan melakukan ritual-ritual pemujaan. Bukan hanya itu, Bali juga kaya akan kuliner khas yang selalu hadir saat perayaan Hari Nyepi. Penasaran apa sajakah makanan itu? Berikut 5 kuliner khas Bali di Perayaan Hari Nyepi. No.3 favorit Mahalini, para fans wajib baca sampai akhir!


1. Megibung


Source: detik.com


Megibung atau tradisi makan bersama sudah ada sejak zaman kerajaan Karangasem. Berbagai lauk disusun bundar mengelilingi nasi di tengahnya, biasanya, sih, dibentuk kayak tumpeng gitu guys. Lauk yang disajikan pun masih berupa appetizer nih, bukan lauk untuk makanan berat, walaupun beberapa orang menyediakan lauk untuk dimakan dengan nasi. Mulai dari seafood, daging, dan kerupuk disajikan bareng- bareng di meja.


Tradisi ini diterapkan Grand Istana Rama Kuta untuk menjamu tamunya di perayaan Nyepi 2018 lalu lho! Memang tradisi ini iconic banget karena awalnya tradisi makan bersama ini digunakan untuk menghitung jumlah pasukan dan mengetahui korban peperangan pada masa perang dengan Lombok yang dipimpin oleh Raja Karangasem, I Gusti Anglurah Ketut.


2. Nasi Tepeng

Source:travelloratour.com


Travelovers gak boleh ketinggalan dengan kuliner khas Nyepi dari Gianyar satu ini, Nasi Tepeng. Sajian tradisional ini dimasak dengan bumbu rempah khas Bali, bumbu basa genap. Disajikan dengan daun pisang sebagai pembungkus, Nasi Tepeng memiliki tekstur lembek seperti bubur dan dilengkapi isian sayuran seperti kacang panjang, daun kelor, kacang merah, terong, nangka muda, dan kelapa parut. Bumbu basa genap dan seluruh isian tersebut menghasilkan cita rasa khas pedas, gurih, dan berempah. Nasi Tepeng menjadi hidangan wajib untuk perayaan Nyepi bagi masyarakat Hindu di Gianyar Bali, lho. Mereka menggunakan menu ini sebagai sajian saat berada di dalam rumah maupun beribadah bagi yang tidak melaksanakan puasa.


3. Ayam Betutu


Masakan ayam pedas jadi kuliner Nyepi? Ya, ayam betutu. Kuliner ini sudah ada sejak abad ke-16 dimulai dari wilayah Gianyar, Bali kemudian meluas ke daerah Bali lainnya. Menjadi salah satu kuliner andalan masyarakat Bali yang mayoritasnya beragama Hindu, membuat ayam betutu wajib hadir di setiap acara agama Hindu, salah satunya Hari Raya Nyepi sebagai hidangan. Rasa pedas dan rempah yang meresap di setiap lapisan daging ayamnya membuat ayam betutu menjadi kuliner yang menantang bagi pecinta makanan pedas. Siapa sangka ternyata ayam betutu masuk dalam daftar makanan yang bisa hadir dalam momen Nyepi penyanyi cantik Mahalini. Dalam wawancaranya di youtube Cewek Banget satu tahun yang lalu, Mahalini mengungkapkan bahwa Ia lebih menyukai makanan pedas ketimbang makanan manis.


4. Lawar

Source: bali.idntimes.com


Ada yang pernah nyoba lawar? Lawar sendiri merupakan olahan campuran dari daging dan sayur dengan cita rasa yang gurih. Lawar merupakan makanan yang wajib dicoba waktu di Bali nih Travelovers. Lawar sering disajikan ketika kegiatan adat maupun keagamaan, Lawar dipercaya memiliki simbol keharmonisan dan keseimbangan. Hal yang menarik dari Lawar adalah penamaannya tergantung dari sayur yang digunakan contohnya Lawar yang menggunakan sayur nangka muda disebut Lawar Nangka.


5. Pulung Nyepi

Source: travel.tribunnews.com


Dan yang terakhir ada Pulung Nyepi nih Travelovers! Pulung Nyepi ini kuliner khas dari Desa Sukasada, Bali. Kuliner ini sebenarnya merupakan hidangan khas perayaan hari Pengkrupukan, tepat sehari sebelum perayaan hari Nyepi. Kuliner ini berbahan dasar olahan tepung beras yang diberi sedikit tepung kanji. Pulung Nyepi ini biasa disajikan dengan topping parutan kelapa diatasnya. Dengan begitu rasa manis dari pulung bersanding dengan rasa gurih dari kelapa, berpadu dengan sempurna dan siap memanjakan lidah kamu pastinya! Nah, itu lah makanan khas Bali saat perayaan Nyepi. Beragam dan lezat-lezat ya.


Sajian mana nih yang paling Travelovers suka?



Peserta Sustainable Tourism Internship Program Batch 2 Travelxism

/Ali Muhammad Shobrun - Universitas Sebelas Maret /

/Fathurrahman Nastiar - Universitas Pendidikan Indonesia/

/Raisa Alma L. - Universitas Pendidikan Indonesia/

/Safiratul Khodijah - Universitas Negeri Yogyakarta/

/Sintha Nuriyah P.N. - Universitas Negeri Surabaya/

51 views0 comments