• Travelxism

8 Kuliner Unik di Yogyakarta Selain Gudeg !

Hallo, Travellovers! Udah siap kulineran lagi ke Yogyakarta? Tapi Travellovers udah bosen sama Gudeg dan mau cobain makanan unik lainnya yang khas dari kota Yogyakarta? Pas banget!! Travelxism bakal kasih rekomendasi ke Travellovers buat bikin bucket list makanan – makanan unik khas kota Yogyakarta buat dicobain. Yuk baca artikel ini sampai selesai!



1. Kue Kembang Waru

Source.detik.com


Travellovers lagi jalan – jalan ke Kotagede? Wajib banget mampir ke salah satu sentra produksi Kue Kembang Waru yang sudah berdiri sejak tahun 1983. Rumah produksi ini beralamat di Jl. Bumen KG III No. 453 dan dikelola langsung oleh Bapak Basiran Hargito bersama sang istri.

Gimana sih, awal mula dari kue ini? Kue Kembang Waru sendiri diadaptasi dari bentuk bunga pada pohon waru. Kue ini sebenarnya muncul dari pemikiran juru masak keraton yang melihat banyak sekali pohon waru di sekitar keraton yang akhirnya dibuat untuk menjadi camilan. Bentuk kue yang memiliki 8 kelopak ini juga memiliki arti tersendiri lho Travellovers! Makna dari kelopak – kelopak tersebut merujuk pada elemen penting yang mencirikan nasihat dari Hasto Broto yang antara lain adalah bulan, bintang, mega (awan), tirta (air), kismo (tanah), samudra, dan maruto (angin). Nah, Kue Kembang Waru sendiri diharapkan dapat menjadi pengingat dari pesan Hasto Broto untuk selalu mengambil hikmah dalam setiap kehidupan, bersyukur kepada Yang Maha Kuasa dan selalu mengingat nasihat baik dari para leluhur.

Satu lagi, Travellovers tidak perlu khawatir. Masalah harga, Kue Kembang Waru sangat terjangkau dan sangat bersahabat untuk dapat dijadikan oleh –oleh karena dijual mulai dari Rp 2.000,- /pcs. Yuk jangan lupa mampir ke Kotagede!



2. Kipo "Iki Opo"

Source.detik.com


Kuliner yang satu ini kalau didengar dari namanya, udah unik banget belum sih Travellovers? Masih berada di satu kawasan yang sama yaitu di Kotagede. Kue Kipo ini merupakan salah satu kue yang berukuran mungil namun kaya akan sejarahnya loh! Kudapan legendaris ini pertama kali dibuat pada jaman kerajaan Mataram Kuno dan Mataram Islam. Kue Kipo ini juga sempat dilupakan seiring runtuhnya dua kerajaan tersebut. Namun, jangan khawatir nih Travellovers. Kue Kipo akhirnya diproduksi dan dikenalkan kembali ke masyarakat oleh Pijem Djito Suhardjo.

Nama Kipo sendiri sebenarnya diambil dari banyaknya orang – orang yang menanyakan “Iki opo?” atau “Ini apa?” sehingga munculah istilah nama Kipo. Kue ini terbuat dari bahan tepung beras dan tepung ketan dengan isian gula jawa serta parutan kelapa. Membayangkan rasa manis dan gurih dalam satu isian yang sama jelas membuat semua orang tak ingin berhenti menikmati Kue Kipo ini.

Travellovers gak perlu bingung buat beli Kue Kipo ini, cukup pergi ke Kios Bu Djito yang terletak di Jl. Mondorakan No. 27, Kotagede. Travellovers sudah bisa membeli Kue Kipo dengan harga Rp 2.000,- / pack (isi 3pcs). Gimana? Masih aman kan buat si kantong? Jangan lupa mampir yaa!



3. Sate Klatak

Source Detik.com


Buat Travellovers yang suka makan daging kambing tapi udah bosen sama sate kambing yang mainstream dan dijual dimana – mana. Wajib banget mampir dan cobain sate khas dari Yogyakarta yang gak kalah unik dari dua kuliner diatas. Sate Klatak, cocok banget Travellovers coba saat berjalan – jalan di sekitar Jl. Imogiri, Bantul.

Sate Klatak sendiri dibilang unik karena diolah tidak menggunakan bumbu kecap atau kacang namun hanya dibumbui dengan garam. Tidak hanya sampai disitu, proses pembakaran yang menggunakan tusuk sate berbahan besi ini membuat pembakaran lebih merata dan menjadikan daging dapat matang dengan sempurna.

Nah, nama Klatak sendiri dipercaya muncul karena diambil dari nama buah melinjo yang dulunya menjadi tempat para penjual sate yaitu dibawah pohon melinjo. Namun, juga banyak masyarakat yang percaya nama Klatak diambil dari suara daging kambing yang dibakar.

Karena kuliner yang satu ini berbahan daging, jadi untuk harga tentu tidak dapat disamakan dengan dua makanan diatas nih Travellovers. Untuk menikmati Sate Klatak, Travellovers dapat menyiapkan Rp 25.000,- / 2 tusuk sate yang disajikan dengan kuah gulai yang menjadi ciri khas dari sate ini. Jadi, jangan lupa dicoba ya Travellovers!



4. Nasi Tiwul

Source Detik.Com


Siapa yang tidak tahu Nasi Tiwul? Travellovers tentu sudah tidak akan asing dengan Nasi Tiwul “Sego Tiwul” yang sangat unik dan menarik untuk dicoba. Tiwul sendiri sebenarnya merupakan makanan pokok pengganti nasi beras yang saat ini masih bisa ditemukan dan menjadi makanan sehari – hari masyarakat Gunungkidul.

Tidak perlu jauh – jauh pergi ke Gunungkidul, Travellovers juga dapat menikmati Nasi Tiwul di sekitar kota Yogyakarta. Nasi Tiwul sendiri menjadi pengganti nasi beras saat jaman penjajahan dulu dan kemudian nasi yang berbahan dasar singkong ini akhirnya menjadi pengganti nasi putih ketika masyarakat tidak dapat membeli beras atau saat musim kemarau datang berkepanjangan.

Di era yang modern saat ini, Nasi Tiwul lebih sering disajikan sebagai makanan ringan yang biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah. Namun, Nasi Tiwul juga dapat dipadukan dengan berbagai macam lauk pauk yang dapat menemani Travellovers makan siang loh. Untuk harga sendiri tentunya menyesuaikan dengan masing – masing warung yah! Travellovers perlu membayar Rp 15.000,- s.d. Rp 20.000,- tergantung dari lauk yang Travellovers pilih!



5. Wedang Uwuh

Source : Detik.com


Siapa yang tidak mengenal Wedang Uwuh? Salah satu minuman tradisional ini bisa Travellovers coba saat berkunjung ke Yogyakarta loh. Wedang yang identik sebagai minumah hangat ini menggunakan tanaman herbal seperti jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis, pala, serai, kapulaga, dan gula batu.

Asal mula dari Wedang Uwuh ini sendiri dimulai saat Sultan Agung sebagai Raja Mataram mencari tempat untuk dijadikan pemakaman keluarga para raja. Pada saat itu, raja berkeliling ke berbagai tempat dan disetiap tempat yang ia kunjungi sang raja menemukan berbagai macam tanaman herbal yang ia racik dan kemudian menjadi minuman favorit bagi sang raja pada saat itu hingga saat ini juga digemari oleh masyarakat Yogyakarta. Wedang Uwuh sendiri juga cocok Travellovers coba ketika menikmati udara malam khas kota Yogyakarta bersama pasangan.*

(*bagi yang memiliki)


6. Mie Lethek

Source : Detik.com


Travellovers mungkin sudah tidak asing dengan kata “lethek”. Namun, Travellovers bertanya – tanya “memang ada makanan yang lethek?” Nah, jawabannya jelas ada dong! Travellovers bisa mencicip Mie Lethek di Yogyakarta loh. Tapi, pada penasaran kenapa bisa dinamakan “Lethek” atau kusam? Sebenarnya, penamaan ini merujuk pada penampilan dan warna mie yang lebih mengarah pada warna keabuan dan kusam.

Produsen mie yang menjadi bahan Mie Lethek ini menyampaikan, bahwa perusahaannya pertama kali memproduksi mie ini pada tahun 1920-an. Dimana pada tahun itu kebutuhan rakyat akan pangan tinggi namun tidak dapat terpenuhi. Mie Lethek sendiri terbuat dari tepung tapioka dan singkong kering yang sering disebut masyarakat Bantul sebagai “gaplek”. Tidak hanya menggunakan tenaga manusia, mie ini juga memanfaatkan tenaga sapi untuk memutar alat penggiling adonan.

Tidak hanya sampai disitu, proses pengeringan yang juga masih memanfaatkan sinar matahari ini juga menambah keunikan dari Mie Lethek. Mie ini bisa Travellovers nikmati dengan berbagai macam olahan lain yang juga dibuat oleh produsen mie ini loh. Bagaimana? Tertarik mengunjungi dan mencicipin Mie Lethek?



7. Yangko



Satu kuliner terakhir yang wajib Travellovers coba adalah Yangko! Makanan khas Yogyakarta ini enggak kalah lucunya dari Mochi khas Jepang loh Travellovers! Yangko terbuat dari bahan dasar tepung ketan yang memiliki tekstur lembut dan kenyal dan mirip banget dengan Mochi, hanya saja teksturnya lebih padat dan berisi dibanding Mochi. Yangko sendiri sudah diwariskan turun temurun sejak tahun 1921.

Pada awalnya Yangko hanya dibuat dengn varian rasa kacang dan gula. Tetapi, seiring dikenalnya makanan ini oleh masyarakat, rasanya menjadi sangat variatif dan bermacam – macam seperti rasa strawberi, durian, nanas, dan varian rasa lainya.

Nah, yang unik dari makanan ini adalah kabarnya Yangko sudah ada sejak jaman kerajaan Mataram Islam dan Yangko ini sering dijadikan bekal selama berperang oleh Pangeran Diponegoro loh Travellovers! Dan bukan hanya Pangeran Diponegoro saja, tapi para bangsawan dan priyayi lainnya juga sering menyantap Yangko.



Nahh, gimana Travellovers? Sudah puas menysun Bucket list Travellovers ketika kulineran di Yogyakarta? Jangan lupa mencoba makanan – makanan diatas ya Travellovers!



Kontributor Peserta STIP Batch 2 :

Moch. Rizqy Eko Saputra – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia, Semarang Dwi Fatmalia – Universitas Gadjah Mada

Hannastasia Hulu – Sekolah

Nur Faizah – Universitas Diponegoro




845 views0 comments