“Cintailah Produk-Produk Indonesia” ala Lepo Lorun

Seperti kalimat terkenal dalam iklan sebuah produk “Cintailah Produk-Produk Indonesia”, mungkin nilai ini jugalah yang diterapkan oleh salah satu komunitas asal Pulau Flores Nusa Tenggara Timur, Indonesia ini. Bukan hanya mencintai dalam arti mengkonsumsi produk-produk Indonesia saja, komunitas ini bahkan memproduksi salah satu kain tradisional Indonesia. Komunitas apakah ini, dan kain apakah yang mereka produksi? Langsung kita simak penelusuran Tim Travelxism berikut yuk!



Lepo Lorun


Namanya adalah Lepo Lorun , sebuah komunitas penenun kain ikat tradisional. Lepo Lorun dalam Bahasa Sikka berarti rumah tenun. Tidak hanya arti namanya saja, komunitas ini benar-benar memiliki Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun yang tepatnya berlokasi di Jl. Soverdi Kav 1-15 Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Komunitas Lepo Lorun diprakarsai oleh Alfonsa Horeng, dan mulai dirintis sejak tahun 2003 kemudian resmi berdiri pada 24 Mei 2004.



Lepo Lorun awalnya hanya kelompok usaha skala rumah tangga dengan modal dan jumlah tenaga kerja yang kecil, namun dengan semangat dan kepedulian Alfonsa untuk melestarikan warisan budaya, dan memberdayakan pengrajin tenun ikat tradisional khususnya gadis-gadis dan ibu-ibu di desa, akhirnya terbentuklah Lepo Lorun yang sekarang sudah dikenal tidak hanya di Indonesia namun juga di mancanegara.


Produksi Kain Tenun Ikat



Seperti sudah disampaikan sebelumnya komunitas Lepo Lorun memproduksi kain tenun ikat dalam aktivitas kesehariannya dengan tujuan untuk melestarikan keberadaan kain tersebut. Kain tenun ikat dikabarkan sudah ada sejak abad ke-3 Masehi, kain tenun ikat adalah kain yang dibuat dengan cara memasukkan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin yang biasanya telah diwarnai dan diikat terlebih dahulu untuk membentuk motif.


Produksi kain tenun ikat oleh Lepo Lorun masih dilakukan dengan cara tradisional, bahkan untuk pewarnaan kain pun dilakukan menggunakan bahan-bahan tradisional yang bisa diperoleh di alam sekitar, seperti mengkudu, kayu pohon hepang, dadap serep, loba, kunyit dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan sejalan dengan motto yang Lepo Lorun tanamkan yakni “berpikir global, bertindak lokal”.


Prestasi



Keberadaan Lepo Lorun bukan hanya sekedar memproduksi kain tenun ikat saja, melalui karya-karya yang diberikan, Lepo Lorun sudah meraih berbagai prestasi dan memperkenalkan kain tenun ikat hingga mancanegara, seperti salah satunya meraih peringkat kedua kategori pembuatan tekstil tradisional dalam Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) di Jakarta pada Oktober 2005.


Lepo Lorun juga pernah diangkat dalam film dokumenter garapan Milto Seran dan Vita Heni dengan judul “Lepo Lorun untuk Dunia”, yang kemudian menjadi finalis dalam kompetisi Eagle Awards Documentary Competition tahun 2014, yang kemudian juga meraih penghargaan dalam kompetisi Indonesia Ethnographic Film Festival 2016 sebagai Best Documentary Ethnographic Film Festival. Selain itu, Lepo Lorun bahkan pernah menjadi salah satu daya tarik dalam San Fransisco Tribal and Textiles Art Show tahun 2017. Keren banget ya Travelovers!


Tujuan Wisata



Untuk Travelovers yang ingin tahu bagaimana keindahan kain-kain hasil karya Lepo Lorun atau ingin tahu secara langsung bagaimana kain-kain tersebut dibuat, Travelovers bisa secara langsung datang ke Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai kain tenun ikat hingga proses pembuatannya, Travelovers juga bisa mencoba untuk ikut menenun lho. Untuk Travelovers yang datang dengan sudah melakukan reservasi terlebih dahulu, biasanya akan ada penyambutan yang diberikan dengan tarian dan musik tradisional NTT, sangat menarik ya Travelovers!


Lepo Lorun juga menyediakan homestay bernuansa tradisional bagi Travelovers yang ingin menginap di sana. Dan yang paling penting nih, untuk Travelovers yang ingin membeli oleh-oleh kain khas Lepo Lorun, kalian bisa datang ke toko souvenir yang ada di sana, bukan hanya kain, Lepo Lorun juga menjual beraneka tas, selendang, baju, bandana dan pernak-pernik lainnya, dengan motif khas Lepo Lorun tentunya!


Bagaimana Travelovers, luar biasa ya semangat Lepo Lorun dalam melestarikan budaya Indonesia? Mari kita juga ikut serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia! Walaupun mungkin tidak bisa seperti apa yang dilakukan Lepo Lorun, namun mungkin kita bisa memulainya dengan bangga memakai produk-produk buatan Indonesia! Mari cintai dan lestarikan produk Indonesia! /LISA/


*Travelxism adalah sebuah startup yang mendukung pariwisata berkelanjutan melalui consultant services berupa penyelenggaraan pelatihan, workshop, produksi media promosi (cetak dan digital), sustainable tour package, dan virtual tour*


Sumber:

Rambu, Beverly. 2017. Tim Lepo Lorun Untuk Dunia. Diakses pada 22 Maret 2021 dalam https://www.victorynews.id/17718-2/

Joseph, Gabriel. 2020. Sentra Industri Lokal Lepo Lorun: Mempertahankan Warisan Budaya di Tengah Gempuran Era Modernisasi. Diakses pada 22 Maret 2021 dalam https://nusantarabicara.id/2020/03/01/sentra-industri-lokal-lepo-lorun-mempertahankan-warisan-budaya-di-tengah-gempuran-era-modernisasi/

Tempo. 2017. Ketika Tenun Lepo Lorun dan Flores Berjaya di San Fransisco. Diakses pada 22 Maret 2021 dalam https://gaya.tempo.co/read/847832/ketika-tenun-lepo-lorun-dan-flores-berjaya-di-san-fransisco/full&view=ok

NH, Mayawati. 2020. Mari Mengenal dan Menghargai Tenun Ikat Flores dari Lepo Lorun. Diakses pada 22 Maret 2021 dalam https://www.mytrip.co.id/article/tenun-ikat-lepo-lorun-flores

Redaksi PI. 2020. Kain Tenun Ikat Khas NTT, Kain Kuno Bernilai Tinggi. Diakses pada 22 Maret 2021 dalam https://pariwisataindonesia.id/headlines/kain-tenun-ikat-khas-ntt/

Recent Posts

See All