• Travelxism

Dari Indonesia hingga Maldives, Berikut 7 Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

Jalan-jalan ke pasar malam bersama Pak Sabar. Ola, Travelovers! Apa kabar? Jadi gimana nih, Lebaran tahun ini udah dapet pertanyaan horor apa aja? ‘Kapan nikah?’, ‘pacarnya mana?’, ‘udah lulus belum?’ Hmmm… Mimin sendiri sering banget nih, ditanya soal pasangan. Terus karena Mimin anaknya nggak mau ribet, Mimin jawab aja stay halal sister. Hahaha. Daripada mikirin pertanyaan saudara yang kadang bikin ngelus dada, mending kita makan opor aja ya, kan.

Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, tentunya umat muslim akan menyambutnya dengan antusias. Dalam merayakan hari bahagia tersebut, setiap daerah bahkan negara memiliki tradisinya masing-masing. Sebagai contoh, di Indonesia terdapat tradisi Syawalan yang digelar tujuh hari setelah perayaan Lebaran. Lalu, bagaimana dengan negara-negara lain? Tradisi seperti apa yang mereka lakukan untuk menyambut hari kemenangan? Di bawah ini, Mimin mau kasih tahu soal budaya perayaan lebaran di beberapa negara. Untuk itu, kamu harus baca artikel ini sampai tuntas, ya!


1. Takbir Keliling dan Halal Bihalal (Sungkeman) - Indonesia

Suasana Malam Takbiran di Jakarta International Stadium

Sumber: metro.sindonews.com


Siapa di sini yang belum pernah ikut takbir keliling? Takbir keliling merupakan tradisi yang dilakukan pada malam sebelum memasuki hari pertama bulan Syawal. Semalam sebelum Hari Raya Idul Fitri, kita diwajibkan untuk mengumandangkan takbir ‘Allahuakbar’. Nah, agar suasana takbiran tersebut lebih asik dan meriah, maka diadakanlah takbir keliling. Di zaman dulu takbiran dilakukan dengan berjalan kaki dan tangan memegang obor untuk menerangi jalan. Namun, saat ini sudah banyak yang melakukan takbir keliling dengan naik kendaraan, seperti truk atau mobil terbuka dengan rute yang lebih panjang. Wah, seru sekali ya, Travelovers. Buat kamu yang belum pernah ikutan takbir keliling, kamu harus coba setidaknya sekali, deh!

Momen Sungkeman di Era KGPAA Mangkunegara I

Sumber: kabarposnews.co.id


Tradisi lain saat momen lebaran di Indonesia yakni, sungkeman. “Sungkem” maknanya adalah bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan. Hayoo, siapa yang kalau lagi sungkeman suka nangis? Mimin sendiri kalau sungkeman sering nangis karena ingat kesalahan Mimin, nih. Kamu tahu kan kalau sungkeman merupakan bagian dari tradisi Halalbihalal saat Lebaran? Tradisi yang satu ini merupakan kegiatan saling memaafkan dan sebagai ajang kumpul keluarga untuk makan bersama. Tahu nggak siapa orang pertama yang melakukan tradisi ini? Konon katanya, sungkeman dimulai di era KGPAA Mangkunegara I. Pada waktu itu, Mangkunegara I bersama semua abdi dalem berkumpul dan saling bermaaf-maafan setelah momen Salat Id. Jadi, bisa dibilang tradisi ini bermula dari Kota Solo.


2. Tokhm-Jangi - Afghanistan

Momen Saat Masyarakat Afghanistan Melakukan Tanding Telur

Sumber: jurnas.com


Pernah nggak, Travelovers terpikirkan untuk melakukan perang telur? Terdengar sedikit aneh, bukan? Tapi inilah tradisi lebaran yang ada di Afghanistan. Negara yang dikenal sebagai “Graveyard of Empires” ini memiliki tradisi unik dalam merayakan momen hari kemenangan. Pada Hari Raya Idul Fitri, masyarakat akan melakukan Tokhm-Jangi atau sebagai masyarakat Indonesia kita bisa menyebutnya dengan istilah adu telur. Mengutip dari situs The Christian Science Monitor, masyarakat Afghanistan akan berkumpul di sebuah taman dengan membawa telur yang sudah direbus. Kemudian, mereka akan mencoba memecahkan telur satu sama lain. Siapa yang berhasil memecahkan telur lawannya terlebih dahulu, maka dialah pemenangnya. Sepertinya asik, ya, Travelovers. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?


3. Chaand Raat - India

Potret Perempuan di Malam Chaand Raat

Sumber: feminaxstayactive.com


Kalau Indonesia punya malam takbiran, maka India punya Malam Rembulan atau Chaand Raat. Di malam terakhir Ramadan, warga India berkumpul di lahan terbuka untuk bersama-sama menyaksikan munculnya bulan baru yang menandai datangnya bulan Syawal. Lalu, saat bulan tersebut sudah terlihat, mereka akan serentak mengucapkan “Chaand Raat Mubarak” yang berarti “Selamat Malam Rembulan yang penuh keberkahan”. Tak hanya itu, para perempuan juga akan menghiasi tangannya dengan menggunakan daun inai. Di malam Chaand Raat pun dijadikan sebagai kesempatan untuk berbelanja kebutuhan Lebaran yang belum terpenuhi.


4. Seeker Bayrami - Turki

Seeker Baayrami, Tradisi Berbagi Hidangan Manis di Turki

Sumber: suara.com


Seeker Bayrami merupakan tradisi yang dijalankan secara turun-temurun di Turki sejak abad ke-18. Seperti Seeker yang berarti manisan, festival ini pun ditandai dengan banyaknya hidangan manis. Tradisi ini memang berbanding terbalik dengan Indonesia yang identik dengan opor ayam, tetapi ada beberapa hal yang juga sama, lho. Sebab, di Turki juga ada tradisi Halalbihalal dengan cara datang ke rumah keluarga yang lebih tua. Tak hanya itu, saat Halalbihalal juga akan dibagikan uang untuk anak-anak kecil. Nah, yang membedakan adalah hidangannya. Saat lebaran di Turki, kamu akan dengan sangat mudah menemui hidangan manis di rumah-rumah, seperti cokelat, permen, roti manis, dan lain-lain. Untuk perayaan Seeker Bayrami sendiri dilakukan pada saat berakhirnya puasa Ramadan hingga malam hari saat Idul Fitri. Pada saat tersebut, anak-anak akan berkeliling ke rumah-rumah dengan membawa tas besar. Tas ini nantinya akan dipakai untuk menampung permen atau makanan manis lainnya yang diberikan oleh pemilik rumah. So, kalau kamu merayakan Lebaran di Turki, jangan sampai ditolak, ya!


5. Memancing di Laut Merah - Jeddah, Arab Saudi

Ilustrasi Para Warga Memancing

Sumber: pikiran-rakyat.com


Usai salat Idul Fitri, biasanya umat muslim akan melakukan tradisi Halalbihalal. Namun, hal tersebut berbeda dengan kebiasaan warga kota pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. Sejak ribuan tahun yang lalu, warga Jeddah secara rutin sarapan dan memancing di Laut Merah usai menjalankan salat Idul Fitri. Dilansir dari The National News, tradisi tersebut sempat terhenti karena adanya pandemi Covid-19. Tetapi, di tahun 2022 ini tradisi tersebut kembali dijalankan oleh warga Jeddah. Wah… Tradisi ini cukup unik dan berbeda dari negara-negara lain, ya!


6. Salat Id bagi Pria dan Tradisi Makan Samai - Fiji

Ilustrasi Para Pria di Fiji Melaksanakan Salat Id

Sumber: www.haibunda.com


Pasti Travelovers udah gak asing lagi dengan Fiji, kan. Negara kepulauan di Selatan Samudra Pasifik ini terkenal dengan keindahan alamnya. Siapa sangka, Fiji dihuni oleh masyarakat dari beragam suku, budaya, dan agama. Meskipun umat Islam di negara ini hanya sekitar 7% atau sekitar 63.000 orang, tapi toleransi beragama tetap dijunjung tinggi. Oleh karena itu, tradisi ketika Idul Fitri tetap dapat ditemui di negara ini. “Terus apa aja sih Min tradisi Lebaran di Fiji?”. Sini Mimin kasih tahu.

Di Indonesia, pria maupun wanita melakukan Salat Id berjamaah untuk menyambut Idul Fitri. Lain halnya di Fiji. Salat Id di negara ini sebagian besar hanya dilakukan oleh para lelaki saja. Perempuan tidak pergi ke masjid untuk melaksanakan salat. Para perempuan tetap di rumah. Setelah pelaksanaan Salat Id, diikuti dengan silaturahmi ke tetangga maupun kerabat untuk saling bermaafan.

Tak hanya itu, masyarakat Fiji juga memiliki tradisi menghidangkan samai ketika Lebaran. Hidangan manis ini merupakan mi sohun yang dicampur dalam susu hangat. Samai biasanya disajikan bersama samosas, camilan dengan isi kari ayam atau daging. Wah, Mimin jadi ngiler deh bayangin manisnya samai dipadukan gurihnya samosas. Pasti perpaduan lezat untuk disantap saat Hari Raya ya, Travelovers.


7. Koadi Kendun - Maladives

Tradisi Koadi Kendun Khas Maldives

Sumber: www.kompas.com


Apa yang muncul di benakmu ketika mendengar Maldives? Pasti pulau indah dengan hamparan pasir putih dan laut biru yang menawan. Bener sih bener. Eitss, tapi kita gak lagi ngomongin wisata di Maldives ya, Travelovers. Hahaha. Ngomongin soal Maldives, kamu tahu gak sih? Ternyata mayoritas penduduk di Maldives beragama Islam, lho. Nah, momen Lebaran kaya sekarang tentu sangat ditunggu dong oleh penduduk di Maldives. Kamu udah tahu belum tradisi unik penduduk Maldives saat Hari Raya?

Seperti biasa, Hari Raya Idul Fitri di Maldives diawali dengan Salat Id secara berjamaah. Setelah itu, dilanjutkan dengan bersilaturahmi serta bermaaf-maafan dengan sesama. Kemudian, pada malam harinya masyarakat Maldives merayakan Idul Fitri dengan musik, menari, dan hiburan lainnya seperti Boduberu, yaitu lagu campuran tradisional khas Maldives dan tarian untuk laki-laki dan perempuan. Semuanya pertunjukkan diiringi dengan dentuman drum.

Acara paling penting ketika Hari Raya di Maldives adalah Koadi Kendun, yaitu sebuah permainan tradisional yang diikuti seluruh masyarakat. Selain itu, juga terdapat Maali Erun, yaitu sebuah parade kostum dengan orang-orang yang mengenakan pakaian setan dan legenda. Wah, meriah banget tradisi Lebaran di Maldives ya, Travelovers. Mimin jadi penasaran deh gimana semarak malam Idul Fitri di sana.


Nah, itu tadi tradisi-tradisi di berbagai negara untuk merayakan Idul Fitri. Unik-unik banget ya, Travelovers. Namun, pada dasarnya di negara mana pun Idul Fitri memiliki makna yang sama, yaitu sebagai momen dimana kita menyucikan diri dengan saling memaafkan antar sesama. Jadi, tradisi dari negara mana nih yang jadi favorite kamu?



/Safiratul Khodijah - Peserta STIP Travelxism Batch 2 - Universitas Negeri Yogyakarta/

/Alfiatu Rohima - Peserta STIP Travelxism Batch 2 - Universitas Ahmad Dahlan/

/Nisa Meilia Qur’ani - Peserta STIP Travelxism Batch 2 - Universitas Sebelas Maret/




18 views0 comments