Desa Wisata Nyambu Bali, Desa yang Menolak Menyakiti Alam

Bali tidak pernah pudar akan tradisi dan budayanya. Desa Nyambu Bali adalah salah satunya yang masih menjaga tradisi dan kebudayaan yang ada. Desa yang berada di Kediri, Tabanan ini oleh warga setempat dijadikan sebuah desa wisata yang melakukan pendekatan wisata berkelanjutan/sustainable tourism dengan konsep ekowisata. Desa Nyambu mengembangkan model pariwisata berbasis kekayaan alam dan budaya setempat. Model ini bukan hanya dibuat untuk mengikuti tren, namun dampak dari pariwisata yang tidak bisa dikatakan sepele bagi alam Bali inilah yang membuat Desa Nyambu mengembangkan ekowisata, Tim TRAVELXISM akan mengupas tuntas apa saja yang ada di Desa Nyambu Bali ini. Mari ikuti petualangannya bersama TRAVELXISM.


1. Sawah yang Menjadi Unggulan

Memiliki sawah yang luas inilah yang menjadi wisata unggulan Desa Nyambu. Lahan persawahan di Desa Nyambu mencapai 61% atau sekitar 213 hektar dari total wilayah desa seluas 348 hektar. Disini juga Travelovers bisa melihat bagaimana sistem perairan tradisional Bali, yaitu Subak. Sawah terasering di Desa Nyambu menggunakan sistem irigasi subak yang telah diakui UNESCO pada tahun 2012 lho Travelovers! Sudah mendunia banget! Para petani di sini diharuskan ikut organisasi subak agar sawahnya mendapatkan aliran air irigasi. Di lahan persawahan ini Travelovers juga dapat melihat pura kecil yang mana ditempatkan pendudukan untuk menaruh banten (sesaji) untuk melakukan persembahyangan.


foto: .youtube.com


2. Belajar membuat Banten dan Gamelan!

Bicara mengenai banten, di Desa Nyambu Travelovers juga akan berkesempatan diajari membuat banten loh, sesaji khas bali yang terbuat dari janur. Walupun keliatannya gampang, mmm kalau Travelovers buat sendiri akan tahu deh betapa susahnya membuat banten. Disini Travelovers bisa memainkan gamelan khas bali juga, menonton tarian ataupun juga menari bersama dengan tarian Bali


foto: www.flickr.com


3. Kuliner Nyambu sang Penggoyang Lidah yang Nikmat

Karena sawah merupakan wisata utama Travelovers maka belut sudah pasti akan disajikan kepada Travelovers, bukan hanya itu sate lilit, sayur kelor, sayur gonde, ayam garang asem, sambal matah, dan sambal embe juga akan menambah goyangan lidah Travelovers. Enaknya pol banget deh Travelovers. Apalagi bagi Travelovers yang beragama muslim jelas makanan ini halal dan bisa disantap bersama dengan keluarga maupun orang-orang yang dikasihi.


foto: m.guideku.com


4. Napak Tilas Sejarah Kerajaan

Desa Nyambu memiliki sejarah yang sangat panjang dan masih diceritakan secara turun temurun. Ada 67 pura yang dibangun sejak abad delapan pada zaman Kerajaan Kediri hingga perpindahan Kerajaan ke Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 masih terjaga di Desa Nyambu. Pura-pura ini tersebar di enam banjar (RW). Walaupun Desa Nyambu belum membuka Wisata Religi, tapi Travelovers tetap bisa menyusuri banjar tertua di Nyambu untuk mengenal sejarah-sejarah peninggalan Kerajaan Kediri dan Majapahit dan melihat kegiatan-kegiatan seperti warga setempat yang mayoritas Hindu melakukan kegiatan persembahyangannya.


foto: desanyambukediri


Desa Nyambu bisa jadi alternatif destinasi wisata ketika Travelovers ke Bali lho. Sejarah, tradisi dan budaya yang ada sejak abad delapan masih dijaga hingga saat ini. Travelovers jangan sampai kehilangan moment untuk menikmati budaya yang ada di Bali ini! Yuk kita ke Desa Nyambu!. /Amorita/



#DesaNyambu #DesaWisataNyambu #Tabanan #Kediri #TradisiBali #EkowisataNyambu #Persawahan #subakBali #UNESCO #Banten #Gamelan #TRaianTradisionalBali #KulinerBali #KulinerNyambe #KUlinerKhasNyambu #NapakTilasNyambe #KerajaanKediri #WisataReligi #Bali #Indonesia #Asia #DesaAdatBali #PariwisataIndonesia #TravelIndonesia #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #PariwisataIndonesia #Travelxism #InfoTravelxism #Travelxismdotcom #PariwisataBerkelanjutan #Sustainabletourism #Wisataalamindonesia #BackpackerIndonesia #Backpacker #WisataAlamIndonesia #Infotravelindonesia

121 views