Destinasi Anti-Mainstream Jepang! 7 Fakta Unik Tsumago Juku

Updated: Jan 22, 2019


Travelovers, siapa sih yang ga kenal Jepang. Negeri Sakura ini selalu menjadi salah satu top list destinasi untuk para travellers dari seluruh dunia. Indahnya Tokyo Tower yang menjulang tinggi, megahnya Osaka Castle, cantiknya Kinkakuji di Kyoto dengan warna emasnya yang berkilau serta gagahnya Gunung Fuji yang terlihat cantik ketika Shinkansen yang dinaiki melewati daerah Shizuoka. Akan tetapi, apakah kalian tahu mengenai Tsumago Juku? Saya yakin banyak yang tidak tahu dan ini pertama kalinya kalian mendengar daerah itu. Begitupun dengan tim Travelxism, kami baru pertama kali mendengarnya. Berikut ini, kami tim Travelxism akan mengupas secara jelas FAKTA UNIK tentang Tsumago Juku, sebuah destinasi di Jepang yang anti mainstream.


Photo: Travelxism

1. Kota Pemberhentian ke 42 dari 69 Kota Pemberhentian sepanjang Jalur Nakasendo

Nakasendo adalah jalur darat melewati pegunungan yang digunakan pada jaman Edo (1603-1867) Jepang yang menghubungkan antara Kyoto dan Edo atau sekarang ini disebut Tokyo. Jalur ini berbeda sekali dengan Jalur Tokaido yang melewati Pacific Coast. Sepanjang jalur Nakasendo ini ada 69 Kota Pemberhentian atau yang disebut Post towns. Tsumago Juku sendiri merupakan Post Town yang ke 42.

2. Salah satu dari Kota Pemberhentian yang paling terawat!

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Tsumago Juku ini adalah post town atau kota pemberhentian yang ke 42 dari 69 kota pemberhentian di jalur darat Naksendo ini. Dari kesemuanya itu, Tsumago Juku merupakan salah satu post town yang paling terawat! Jalan yang bersih, rumah-rumah yang tertata rapi, tidak adanya sampah, bahkan halaman di setiap rumah terawatt sekali! Dan yang paling seru adalah atmosfir dari jaman feudal Jepang yang sangat bersejarah, sangat terasa karena Tsumago Juku di desain sesuai aslinya pada jaman keemasannya

3. Car-free day di siang hari

Salah satu yang mencolok dan yang membingungkan tim Travelxism ketika traveling ke Tsumago Juku adalah tidak ada mobil yang lalu lalang! Dugaan kami sementara karena memang desa terpencil dan jauh dari kota besar, mungkin memang jarang yang memakai mobil disini. Lalu kami mengetahui fakta yang mengejutkan bahwa setiap hari ada Car-Free Day atau kendaraan bermotor tidak boleh masuk ke Tsumago Juku sebelum jam 4 sore! Kebijakan tersebut memang dibuat untuk memelihara suasana tradisional sama sepeti Tsumago Juku yang terdahulu.




Photo: Travelxism

4. Booking Akomodasi seperti Mencari Jodoh

Salah satu penyesalan kami tim Travelxism ketika traveling ke Tsumago Juku ini adalah kami gagal untuk memesan akomodasi untuk menginap disana. Bagaimana tidak? Untuk memesan akomodasi sangat sulit dikarenakan oleh penginapan disana sangat HIGH DEMAND! Serperti sedang mencari jodoh. Kalau tidak berjodoh, tidak akan pernah dapat. Banyak traveller dari seluruh dunia ingin merasakan kehidupan masyarakat lokal dengan menginap di salah satu penginapan yang kebanyakan memang dijalankan oleh keluarga selama beberapa generasi. Untuk bisa memesan akomodasi di Tsumago Juku, travelovers bisa mengakses ke website ini.

5. Bagaimana Cara Kesana

Travelovers! Sistem transportasi Jepang sebetulnya cukup mudah untuk kemana saja asalkan yang pertama kalian bisa berbahasa Jepang dan yang kedua kalian bisa mengakses internet untuk buka applikasi peta dari Google. Untuk pergi ke Tsumago Juku kalian harus menggunakan JR Line kearah stasiun Nagiso atau Magome. Kalau kami berangkat dari MyStays Hotel Nagoya menuju Tsumago. Kalian bisa berhenti di Magome dan menggunakan bis kearah jalur Nakasendo di Magome. Lalu kalian bisa berjalan kaki meelusuri Nakasendo trail dari Magome ke tsumago yang berjarak kurang lebih 8,5 kilometer dan memakan waktu tempuh kira-kira 3 jam. Cara lain adalah travelovers bisa berhenti di stasiun Nagiso lalu naik taksi ke Tsumago Juku yang memakan waktu sekitar 5 menit dengan membayar ongkos habya 1000 yen.



Photo: Travelxism

6. Tiang Listrik Disembunyikan

Hal unik lainnya dari Tsumago Juku ini adalah tidak terlihatnya tiang listrik dan kabel yang biasa malang melintang sepanjang kota. Disini, di Tsumago Juku, tiang listrik dan kabel-kabel power listrik memang sengaja disembunyikan untuk memelihara nuansa post town tradisional seperti jaman Edo. Atmosfer post town di jaman Edo pun terasa sangat kental ditambah dengan arsitektur bangunan jepang jaman dahulu. Disini bahkan ada bangunan yang sudah berdiri sejak pertama kali dibangun dan bentuknya tetap dipelihara. This is very amazing!

7. Kulinernya Khas Banget!

Ketika ke Jepang pasti travelovers akan selalu mencoba makanan khas negeri Sakura ini. Pun ketika berkunjung ke Tsumago Juku. Ada beberapa makanan khas yang harus dicoba. Kami tim Travelxism mencoba Gohei Mochi dan Salted Grilled Fish yang berbentuk seperti ikan tongkol kecil yang langsung diambil dari sungai di dekat Tsumago Juku. Rasa ikan tersebut segar sekali karena diambil langsung dari sungai. Selain itu ada soba yang super lezat karena soba tersebut hand-made dibuat dengan resep turun temurun. Selain itu, kami juga mencoba tentunya minuman khas Jepang yakni Sake! Rasa sakenya sangat segar, tidak terlalu pahit dan ada sedikit rasa manis. Menurut penduduk lokal, ternyata Sake yang dibuat di Tsumago Juku itu menjadi sake yang terenak nomer 2 se Prefektur Nagano. Luar biasa!


Photo: Travelxism

Travelovers, itu dia beberapa fakta unik dan penjelasan kami mengenai Tsuamgo Juku, sebuah destinasi anti-mainstream di Jepang yang juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Jika kalian traveling ke Tsumago, jangan lupa pastikan untuk mencoba jalur Nakasendo trail baik dari Tsumago Juku maupun dari Magome. Happy traveling Travelovers dan jangan lupa bertemu di artikel traveling kami berikutnya. /Gilang/

#Travel #TsumagoJuku #Tsumago #DestinasiAntiMainstream #Antimainstream #MakanHematdiJepang #DestinasiJepang #Faktaunik #DestinasiAntiMainstreamJepang #Nagano #Magome #Nakasendo #NakasendoWalkingTrail #EdoPeriod #Edo

0 views