Eksotisme Upacara Adat Kematian Toraja

Suku Toraja yang merupakan suku asli Sulawesi Selatan adalah salah satu suku yang adat istiadat serta kebudayaan masyarakatnya masih melekat sampai saat ini. Hal tersebut membuatnya selalu menarik untuk dibahas, salah satunya terkait upacara adat kematian Toraja. Keunikan budaya tersebut sudah mendunia bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.


Foto: Tongkonan (Rumah Adat Toraja)

Berkesempatan menyelenggarakan dua kali Virtual Tour LIVE dari Toraja untuk mengunjungi tiga pemakaman unik Toraja, kali ini Tim Travelxism akan membagikan secuil informasi seputar upacara adat kematian Toraja yang diperoleh langsung saat virtual tour dari host asli Toraja yaitu Beatrix Marendeng untuk Travelovers semua. Penasaran bagaimana keunikan upacara adat kematian Toraja? Langsung kita simak yuk!


Orang Meninggal, Belum Dianggap Meninggal


Foto: Tau Tau

Masyarakat suku Toraja khususnya golongan atas (keturunan raja) mempunyai suatu kepercayaan yang unik, yakni apabila ada orang meninggal, maka orang tersebut belum dianggap meninggal sampai dilangsungkannya upacara adat dan kerbau pertama disembelih. Selama keluarga belum menyelenggarakan upacara adat, maka orang tersebut dianggap masih hidup, tinggal (diletakkan) di dalam rumah bersama dengan keluarga, bahkan juga diberi makanan, pakaian, hingga obat-obatan layaknya orang yang masih hidup.


Upacara Adat Kematian Bak Pesta


Foto: Upacara Adat Kematian Toraja

Bukan sembarang upacara, upacara adat kematian Toraja tidak dilakukan oleh seluruh masyarakat Toraja, melainkan hanya dilakukan oleh golongan khusus yakni dari masyarakat golongan atas atau keturunan raja.


Upacara tersebut merupakan upacara yang terbesar bagi Suku Toraja karena dapat berlangsung selama berhari-hari, melibatkan banyak orang dan memakan biaya fantastis. Upacara adat kematian Toraja juga terkesan jauh dari rasa dukacita atau kesedihan bahkan seperti sebuah pesta yang meriah, hal tersebut didasari keyakinan masyarakat bahwa upacara tersebut untuk merayakan kehidupan orang yang sudah meninggal tersebut.


Tedong, Kerbau Bernilai Fantastis


Foto: Tedong Saleko

Salah satu faktor yang menyebabkan upacara adat kematian Toraja memakan biaya yang sangat fantastis adalah karena adanya kerbau atau dalam bahasa Toraja disebut dengan Tedong, yang dikurbankan dalam upacara tersebut. Bukan hanya satu, Tedong yang dikurbankan dalam upacara bisa mencapai puluhan ekor.


Tedong merupakan hewan yang sakral karena dianggap sebagai kendaraan bagi arwah untuk menuju puya (akhirat), untuk itu Tedong yang digunakan dalam upacara adat juga memiliki kasta. Kasta Tedong antara lain adalah Tedong Bonga, Tedong Pudu, hingga Tedong Sambao. Tedong Saleko dari Kasta Tedong Bonga adalah kerbau bernilai tertinggi, harganya bisa mencapai miliaran rupiah. Tedong Saleko memiliki ciri unik yakni berwarna dominan putih kemerahmudaan dengan corak hitam.


Kuburan



Bukan hanya upacara adatnya saja yang unik, kuburan di Toraja juga sangat unik. Dalam Virtual Tour yang diselenggarakan Travelxism, Rendeng mengajak peserta untuk mengunjungi tiga jenis kuburan Toraja yang berbeda. Mulai dari Suaya yang merupakan kuburan batu yang dibentuk di dinding bukit dan diperuntukkan khusus bagi raja dan keturunannya. Kemudian Tampang Allo yang merupakan salah satu kuburan gua di Toraja. Terakhir adalah Kambira yang merupakan kuburan pohon yang digunakan khusus untuk memakamkan bayi-bayi Toraja pada masa lampau. Selain itu Toraja juga memiliki jenis kuburan lain yakni Kuburan Gantung dan Patane (kuburan modern).


Tau Tau


Foto: Tau Tau

Berkunjung ke kuburan batu atau kuburan gua di Toraja, selain melihat peti-peti juga sisa tulang belulang manusia, ada satu hal lain yang unik dan berbeda yang bisa disaksikan, yakni keberadaan boneka-boneka kayu yang biasa disebut dengan Tau Tau (dalam bahasa Toraja berarti orang-orangan).


Tau Tau adalah simbol dari orang yang meninggal. Tau Tau dipercaya sebagai penjaga makam sekaligus pelindung bagi keluarga yang masih hidup. Tau Tau juga tidak bisa sembarangan dibuat, minimal diperlukan kurban 24 kerbau untuk satu Tau Tau.


Wah, benar-benar menarik ya upacara adat kematian Toraja ini Travelovers. Walaupun belum bisa ke Toraja secara langsung, namun melalui Virtual Tour Travelxism, ternyata banyak sekali informasi yang bisa didapatkan, bisa melihat secara langsung juga bagaimana makam-makam di Toraja, karena Virtual Tour tersebut dilaksanakan secara live. Semoga suatu saat bisa benar-benar berkunjung ke Toraja ya Travelovers!/LISA/


Narasumber: Beatrix Marendeng (Host Virtual Tour Travelxism ke Toraja)


*Travelxism adalah sebuah startup yang mendukung pariwisata berkelanjutan melalui consultant services berupa penyelenggaraan pelatihan, workshop, produksi media promosi (cetak dan digital), sustainable tour package, dan virtual tour*

Recent Posts

See All