Fakta Berpuasa Di Negara Ini! No 4 Bikin Tercengang!



Jerman memang bukan merupakan negara muslim ya travelovers. Tapi di negara ini banyak sekali pendatang yang beragama muslim. Menurut sensus kependudukan pada 2010, jumlah penduduk muslim terbanyak di Eropa terdapat di Jerman dengan populasi sekitar 4,8 juta jiwa di mana 5,8 persennya merupakan penduduk asli. Jadi tidak heran kalau puasa di Jerman menjadi menarik meski banyak tantangan.


Nah travelovers, untungnya penduduk Jerman ini memiliki sikap tengang rasa yang tinggi, sehingga puasa yang tadinya susah bisa jadi lebih mudah. Tapi, namanya juga puasa di negara orang, pasti ada saja perbedaan mendasar yang bisa menjadi tantangan dalam beribadah. TRAVELXISM sudah merangkum beberapa fakta kalau TRAVELXISM suatu waktu nanti puasa di Jerman. Apa saja itu? Ini dia nih.


Tidak Ada Takjil


Takjil berasal dari bahasa arab yang artinya sesuatu yang menyegarkan. Bagi sebagian umat muslim, takjil ini merupakan hidangan pembuka puasa yang wajib ada, minimal satu kurma dan teh manis lah ya travelovers. Kalau di beberapa negara yang mayoritas penduduknya muslim, kalian akan dengan mudah menemukan takjil. Tapi kalau di Jerman, jangan harap travelovers. Kalian tidak akan menemukan takjil di sepanjang jalan kota atau perkampungan. Mereka tidak menjual deretan menu pembuka buka puasa di sepanjang jalan.


Kleinmarkethalle Frankfut yang mrenyediakan berbagai olahan dari kurma

foto: Dimas Faro for CNN INDONESIA

Tapi kalau travelovers ingin takjil kalian bisa pergi ke masjid-masjid di Jerman. Beberapa dari mereka menyediakan takjil di sana. Pilihan lainnya adalah kalian bisa berkunjung ke salah satu pasar di Frankfurt. Di sana terdapat Kleinmarkethalle yang menyediakan berbagai kudapan berbuka puasa seperti kue manis dan berbagai macam olahan kurma.


Tenda Ramadan


Travelovers, meski tergolong minoritas, umat muslim di Jerman tetap semangat lho dalam menjalankan ibadah puasa. Mereka bahkan sampai membuat sebuah Tenda Ramadan yang dibuka pada saat bulan puasa saja.


Tenda Ramadan di Marburg

foto: Op Marburg de

Sebuah komunitas muslim asal Marburg, yakni Islamische Gemeinde Marburg rutin menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama selama tiga hari bertajuk Ramadanzelt atau dalam bahasa Indonesia artinya Tenda Ramadan. Acara ini terbuka bagi siapapun yang datang, baik warga muslim atau non muslim. Semua bisa berbuka puasa di sini secara gratis. Maka tidak heran jika biasanya Tenda Ramadan ini selalu dijadikan ajang berdialog bagi warga non muslim untuk mengenal lebih lanjut tradisi berpuasa.


Ramadan Food Festival Berlin


foto: Berliner Zeitung

Bagi travelovers yang melaksanakan ibadah puasa di Berlin, tidak perlu khawatir akan merasa sepi. Sebab di Berlin juga akan ada pesta ramadan yang sangat meriah. Setiap tahunnya di Berlin pasti akan ada Ramadan Food Festival yang menyajikan berbagai macam kuliner khas Ramadan. Beberapa negara Asia dan Timur Tengah seperti Malaysia, Iran, Gambia, Pakistan turut memeriahkan festival tersebut. Pengunjungnya pun umum, tidak hanya warga muslim, namun juga warga jerman yang tidak berpuasa.


Puasa 20 Jam


Potret Muslim di Eropa

foto: Salam Berkah

Tapi travelovers, layaknya negara-negara daratan biru lainnya, tantangan utama berpuasa di Jerman adalah waktu. Durasi puasa yang panjang kadang membuat pusing. Pada saat musim kemarau lama berpuasa bisa mencapai 20 jam lho travelovers. Belum lagi ditambah cuaca panas yang semakin membuat tenggorokan kering. Sungguh sangat menantang ya travelovers. Kalau di Jerman matahari terbit bisa pukul 3 dini hari dan kemudian tenggelam pada pukul 10. Artinya waktu siang akan sangat lebih panjang dibandingkan waktu malam travelovers. Maka tidak heran kalau umat muslim di Jerman bisa bepuasa sampai 20 jam. Tapi meski begitu mereka tetap bahagia ya travelovers.


Pulang Kampung


Potret keluarga muslim di Jerman

foto: Kompas Internasional

Nah, karena keadaan suhu yang tidak bersahabat dan waktu berpuasa yang panjang, hal ini membuat sebagian umat muslim yang ada di Jerman memilih untuk pulang kampung. Para pendatang atau mahasiswa yang menetap di Jerman biasanya akan memilih kembali ke kampung halaman saat melaksanakan puasa karena tidak tahan dengan godaan yang ada di Jerman. Selain keadaan alam, banyak godaan lain seperti toko makanan dan minuman yang buka. Maka, untuk meringankn puasa mereka, biasanya para pendatang ini pulang sementara. Namun setelahnya mereka akan kembali melakukan aktifitas seperti biasa.


Pesta Gula


Kue kering manis saat lebaran

foto: Sheba Ye Food

Bagi yang masih bertahan di Jerman saat puasa, kalian mungkin akan berkesempatan ikut menikmati Pesta Gula pada saat hari raya. Pesta ini merupakan wujud kemenangan atas keberhasilan menjalankan ibadah puasa. Disebut pesta gula sebab selama berpuasa umumnya masyarakat Jerman berbuka dengan yang manis, namun dibatasi. Makanya waktu hari raya mereka bebas memakan makanan manis dan merayakan pesta gula selama tiga hari berturut-turut.


Nah travelovers, itu dia beberapa fakta menarik kalau kalian kebetulan sedang melaksanakan ibadah puasa di Jerman. Meski berat puasa di negeri orang tapi pasti ada pelajaran yang bisa diambil dari hal tersebut kan? Maka semangat berpuasa travelovers! /Ajeng/



#Puasa #Fasting #IslamicFasting #PuasadiJerman #Jerman #fastinginjerman #takjil #Frankfurt #Kleinmarkethalle #KleinmarkethalleFrankfurt #IslamischeGemeindeMarburg #Marburg #Tendaramdanjeman #ramadanzelt #RamadanFoofFestival #RamadanFoodFestivalBerlin #TendaRamadanMarburg #FaktaPuasa #FaktaPuasadiJerman #Puasa20Jam #Puasa20JamdiJerman #TidakadaTakjil #PuasadiJermanTidakadaTakjil #TidakadaTakjildiJerman #PestaGula #PestaGuladiJerman #kölnmoschee #kölnmoscheejerman #CologneCentralMosque #MasjiddiJerman #MasjidKolnJerman #Berlin #fastinginberlin #fasinginmarburg #infopuasajerman #travelingjerman #travelpuasa #Travelxism #Travelovers #InfoTravelxism #TravelxismDotCOm

212 views