• Travelxism

Gravitasi, Kopi, dan Hujan Usai “Sebuah Cerita di Watu Langit”

Akhir bulan Oktober, hampir setiap hari hujan akan turun di Sleman. Walau terkadang mendungnya tipis-tipis yang bisa membuat kamu tertipu. Apalagi sekarang lagi viral tentang video “Langit bisakah kau turunkan hujan? Aku ingin menangis tanpa terlihat”. Artinya adalah hujan menjadi pelipur bagi orang-orang yang ingin menangis namun malu karena telah dewasa. Tenang, travelovers tidak usah bersedih, cukup langit yang airnya jatuh membasahi bumi, air mata kamu jangan. Kopi di Watu Langit akan menenangkan semua jiwa kelelahan kamu.


Photo by: Shintya Dwiatika - Peserta STIP Travelxism - Universitas Pancasila

Kopi menjadikan orang-orang terhubung dalam alur sebuah cerita kehidupan. Kopi menjadi penenang masalah dan kopi menjadi sebuah icon dalam kebanyakan sebuah kisah. Bagaimana cara travelovers menikmati kopi? Kebanyakan sekadar mencium aroma dan menyeruputnya sedikit demi sedikit. Di Watu langit travelovers bisa melihat pemandangan dari ketinggian sambil menghirup udara hujan yang khas. Selain melawan gravitasi, kabut di waktu hujan menjadi nilai tambah sebagai experience travelovers.


Kebanyakan orang juga membenci keberadaan hujan karena menghambat aktivitas-aktivitas lapangan. Di Watu Langit Café & Resto hal tersebut tidak berlaku. Kopi yang ada di meja mereka semakin memperdalam alur komunikasi kedua belah pihak atau lebih. Teruntuk yang menikmati waktunya untuk menyendiri, kopi menjadi sarana refleksi dan pemahaman emosi. Travelovers tidak akan bosan bila datang atau sekadar berteduh, karena tempat ini menampilkan view perbukitan dan hamparan ladang yang luas dari ketinggian, tentu saja dengan suasana yang berbeda.


Watu Langit memang tempat persinggahan andalan pengunjung setelah lelah berkeliling menikmati keindahan Tebing Breksi, Watu Payung, Candi Ijo, Tebing Banyunibo, dan destinasi wisata lainnya. Keberadaan Watu Langit membuat Yogyakarta semakin banyak memiliki tempat untuk menyimpan kenangan.


Masih menikmati suasana hujan, vibes yang diberikan Watu Langit Cafe and Resto terasa tenang senduh. Dingin yang merasuk tubuh membuat jadi tidak sabar untuk melihat minuman aneka kopi. Latte, ekspreso americano, dan variasi kopi bisa aku temui disini. Karena aku yang tidak terlalu suka yang manis, americano menjadi pilihan yang pas.


Travelovers akan menikmati suasana dingin yang tidak akan membuat kantuk, di balik jendela kaca. Aku melihat pemandangan Yogyakarta yang sedang hujan dari titik ketinggian. Tentu, kopi americano yang aku pesan tidak aku abaikan kok.


Sekitar sejam lebih menunggu hujan redah. Perlahan matahari menampakkan dirinya di balik awan, meski sedikit malu-malu. Nuansa cahaya jingga mulai terpancar di sekitar hamparan luas. Orang-orang yang berkunjung keluar melihat suasana setelah hujan redah sambil menghirup napas panjang. Cekrek, seperti biasa momen seperti ini wajib untuk diabadikan.


Jika Travelovers datang berkunjung atau ingin lebih mengenal lebih jauh sudut watu langit dari cuaca apapun. Kamu bisa follow akun Instagram @watulangitjogjaa. Selamat berwisata!


/Muh. Fernanda - Peserta STIP Travelxism - Universitas Hasanuddin/

29 views0 comments