Jenazah Tidak Bau di Pemakaman ini!

Bali tidak hanya terkenal dengan seribu puranya dan keindahan alamnya, Travelovers juga bisa merasakan sensasi misterius yang dimiliki oleh Bali. Salah satunya yaitu tempat yang memiliki tradisi dengan membiarkan jenazah manusia membusuk tanpa ada ritual mengubur atau dibakar (Ngaben) alias dibiarkan berada di atas permukaan tanah. Wah Lumanyan bikin bulu merinding ya Travelovers, di Trunyan Travelovers akan merasa kaget akan fakta yang disajikan, yuk mari kita ulik apa saja hal menarik yang ada di Trunyan.


1. Tidak Bau, Tetap Wangi!

Di Trunyan ada keunikan yang tidak dimiliki ditempat lain, yaitu jenazah dibiarkan begitu saja di atas tanah, dibiarkan mengurai secara alami di Trunyan tidak mengeluarkan bau busuk lho! Travelovers juga pasti tahukan bila ada sesuatu yang sudah lama dibiarkan akan menimbulkan bau, apalagi bila mayat yang dibiarkan begitu lama pasti bau yang kita pikirkan yaitu bau busuk. Wah kok bisa begitu ya, konon hal ini dikarenakan sebuah pohon yang menjadi asal mulanya nama desa ini yaitu pohon Taru Menyan, Taru berarti pohon dan Menyan berarti harum. Masyarakat setempat percaya bahwa pohon taru menyan inilah yang dapat menetralisir udara di sekitarnya, sehingga bau busuk pun tidak akan tercium.


foto : traveltodayindonesia.com


2. Ada Pesyaratan Di Pemakaman ini

Tradisi membiarkan jenazah diatas tanah ini merupakan tradisi yang sudah ada ratusan tahun lamanya. Walapun ini merupakan pemakanan desa di Desa Truyan, Sema Wayah ini tetap saja memiliki persyaratan bagi yang bisa dimakamkan disini tepat dibawah pohon Taru Menyan. Syaratnya yaitu mayat harus utuh tak ada luka atau penyakit, bagian tubuhnya utuh, meninggal secara wajar yang berarti tidak meninggal karena kecelakaan bunuh diri, pembunuhan, dan bebrapa hal lain yang janggal, serta telah menikah. Baik atau buruknya perilaku orang tersebut semasa hidup juga bisa menjadi syarat layak atau tidaknya seseorang dimakamkan di Trunyan.


foto: kintamani.id


3. Ada Maksimal jumlah mayat

Mayat yang dikuburkan di bawah pohon Taru Menyan memiliki batasan jumlah loh Travelovers. jumlah jenazah di atas tanah yang ditutup ancak saji dekat dengan pohon Trunyan tersebut tidak boleh lebih dari sebelas jenazah. Hal tersebut sudah diatur oleh kepercayan adat setempat. Jika sudah penuh, tulang-tulangnya digeser sehingga tengkorak pun berkumpul di bagian ujungnya. Jumlah maksimal dengan 11 mayat ini dikarenakan menurut cerita masyarakat satu pohon taru menyan hanya bisa menetralisir sebelas jenazah, jadi jika lebih dari itu maka jenazah tersebut akan mengeluarkan bau karena pohon Taru Menyan tidak maksimal menyerap baunya.


foto: cdn.idntimes.com


4. Barang bawaan yang ada di Samping Mayat

Mayat-mayat di pemakaman Sema Wayah Trunyan ini hanya ditutup ancak saji yang terbuat dari dedaunan dan juga dipagari oleh bambu-bambu untuk mencegah serangan hewan buas. Di sekitar ancak saji terdapat benda-benda peninggalan mendiang. Ada foto, piring, sapu tangan, baju, perhiasan, dan lain-lain. Benda-benda ini ditaruh dekat dengan jenazah karena dipercaya sebagai bekal bagi orang meninggal tersebut di alam sana.


foto: indonesiakaya.com


Travelovers yang penasaran akan tradisi ini bisa banget lho menjadikan Desa Trunyan sebagai lokasi wisata yang ingin didatangi ketika berkunjung ke Bali. Travelovers juga bisa menikmati keindahan Danau Batur dan Gunung Batur. Selamat menyebrang menuju Desa Trunyan! Pengalaman yang seru menanti Travelovers nih bersama TRAVELXISM!. /Amorita/


#DesaWisata #Bali #Indonesia #Asia #DesaAdatBali #PariwisataIndonesia #TravelIndonesia #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #PariwisataIndonesia #Travelxism #InfoTravelxism #Travelxismdotcom #PariwisataBerkelanjutan #Sustainabletourism #Trunyan #desatrunyan #kuburanTrunyan #pemakamanunik #JenazahTidakBau #bukanNgaben #TradisionalBali #kekayaanbudayaBali

355 views