KAYA RAYA BERKAT SELADA DI DESA KAWAKAMI JEPANG


Travelovers, kalau biasanya TRAVELXISM menulis tentang Jepang karena keindahahan alam dan destinasi pariwisata yang disuguhkan, kali ini kita akan mengulik sesuatu yang berbeda dari negeri sakura ini. Jepang memang tidak hanya maju dari segi teknologi, melainkan juga dari segi pertanian. Lho kok bisa?


Mengingat akar sejarah pada saat perang dunia kedua, rasanya pasti sulit ya. Sebagian tanah di Jepang memang tidak bisa ditanami akibat tragedi bom yang terjadi pada masa lalu. Tapi, untuk Jepang, apa sih yang tidak mungkin. Dan lagi, tidak semua tanah di Jepang tidak bisa ditanami pastinya. Nah travelovers kali ini TRAVELXISM akan mengulik tentang desa pertanian di Jepang. Siapa sangka kalau satu desa kecil di Jepang ini bisa memiliki penghasilan lebih tinggi dari rata-rata pekerja Jepang?


Berpenghasilan 2,28 Milyar



foto: Hada Circle


Adalah Desa Kawakami, salah satu desa kecil di Prefektur Nagano yang menggantungkan hidupnya dari bertani. Bukan bertani padi atau kebutuhan pokok lainnya, melainkan bertani selada atau lettuce travelovers. Dari bertani selada itulah kemudian setiap warga desa dapat meraup penghasilan hingga 25 juta yen atau setara dengan 2,28 milyar rupiah. Wah luar biasa bukan. Penghasilan mereka ini katanya sampai melebihi penghasilan pegawai kantoran jepang yang rata-rata hanya 10 juta rupiah. Menakjubkan bukan? Hanya dari satu jenis tanaman lho travelovers. Memang apapun kalau ditekuni itu akan memberikan hasil yang luar biasa ya travelovers.


Supplier Selada Terbesar


Selada produksi Desa Kawakami, Jepang

foto: Hada Circle


Desa Kawakami ini terletak di dataran tinggi travelovers, sehingga memang sangat cocok untuk pertanian. Udara pegunungan yang sejuk dan tanah yang relative subur sangat pas untuk dijadikan sebagai ladang pertanian. Tapi tahukah travelovers diantara semua desa di dataran tinggi Jepang, Desa Kawakami ini memiliki rasa selada yang renyah dan enak.


Konon hal itu karena proses panen yang dilakukan pada saat pagi-pagi buta, sehingga suhu selada tetap terjaga dan kondisinya masih sangat bagus. Selain memiliki selada dengan kualitas terbaik, Desa Kawakami juga merupakan supplier selada terbesar di Jepang dibandingkan dengan wilayah lain. Harga selada di desa ini juga tergolong miring. Sehingga dengan kualitas yang bagus namun harga relatif murah tentu banyak yang tertarik. Hongkong dan Taiwan adalah contoh negara tetangga yang mulai tertarik dengan selada Kawakimi. Wah keren ya travelovers.


Memaksimalkan Musim Panas


Pemandangan musim panas di ladang Desa Kawakami

foto: Japanfs


Salah satu kunci Desa Kawakami bisa menjadi supplier selada terbesar adalah kerja keras travelovers. Karena selada tidak bsa ditanam pada saat musim dingin dan salju, maka para petani pun selalu memaksimalkan kedatangan musim panas. Dengan lahan yang tidak terlalu luas dan musim panas yang tidak terlalu panjang, sebisa mungkin mereka bekerja keras untuk menanam dan memanen selada sebanyak mungkin. Sehingga hasil penjualan mereka saat musim panas selalu berlimpah. Dan saat musim dingin tiba para petani ini akan beristirahat dan akan kembali produksi pada saat musim panas.


Kekurangan Perempuan


Seorang Pemuda Kawakami sedang memanen selada

foto: Japan Times


Tapi traveloves, ternyata dibalik kelebihan yang dimiliki Desa Wakakimi ini terdapat kekurangan juga. Di desa yang hanya memiliki satu persimpangan jalan ini ternyata kekurangan penduduk perempuan, sehingga sangat sulit untuk mencari istri di sana. Prosentase penduduknya lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan. Sebanyak 70 persen istri yang tinggal di desa tersebut berasal dari kota lain. Makanya untuk mengatasi lajang berkepanjangan, di desa ini kerap diadakan pertemuan perjodohan yang bernama Satokon.


Gunung Kinpu Kawakami yang populer untuk panjat tebing

foto: Hada Circle


Nah travelovers, Desa Kawakami ini merupakan salah satu contoh desa di Jepang yang tidak menggantungkan diri pada sektor pariwisata. Meski memiliki wilayah yang indah, Gunung Kinpu yang terkenal untuk Panjat Tebing dan suasana pedesaan yang sangat bisa dijual, namun penduduk desa tetap menggantungkan diri dari hasil pertanian selada.


Kalau travelovers ingin merasakan enak dan renyahnya selada Jepang, maka TRAVELXISM sarankan untuk menyempatkan berkunjung ke desa ini. Lokasinya tidak jauh, hanya sekitar tiga jam dari Tokyo. Dari Stasiun Tokyo nanti kalian cukup naik Shinkasen ke Stasiun Sakudaira. Bagi yang belum tahu Shinkasen, kalian bisa baca di postingan kami sebelumnya.


Nah, setelah dari Stasiun Sakudaira kalian nanti harus pindah ke Jalur Koumi untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Shinano-Kawakami. Setelah 1 jam 15 menit kalian akan sampai. Selamat bertani! /Ajeng/



#Jepang #DesaKawakami #KawakamiJepang #Nagano #PrefekturNagano #Bertani #Selada #SeladaJepang #SeladaKawakami #VisitJapan #VisitKawakami #VisitJepang #VisitNagano #Agriculture #PertanianKawakami #KayaRayaSelada #WisataAlam #WisataPertanian #Agriculturetourism #Lettuce #KawakamiLettuce #JapanKawakami #KayaRayaBerkatSelada #InfoWisata #Infowisatajepang #japantourism #wisatajepang #traelovers #travelbloger #traveler #traveller #travelingjepang #solotravel #travelxism #infotravelxim #TravelxismDotCom



356 views