Kinkaku Ji, Kuil Emas Harta Jepang


Setelah lama tidak berkunjung ke Jepang, kali ini TRAVELXISM akan mengulas sesuatu seputar Jepang lagi nih. Hitung-hitung mengobati rasa rindu pada negeri sakura itu travelovers. Membuka album foto lama sewaktu di Jepang, ternyata membuahkan rindu juga bagi Tim TRAVELXISM.


Kali ini TRAVELXISM akan mengulik salah satu peninggalan sejarah Jepang di Kyoto, yakni Golden Pavilion atau Kinkaku-jii Temple atau Rokounji. Bangunan bersejarah ini merupakan kuil bersejarah yang sangat terkenal di Jepang travelovers terutama di Kyoto. Waktu dulu TRAVELXISM sedang berkunjung ke Jepang, pas banget bisa berkunjung ke tempat ini. Kalau travlovers ke Kyoto jangan lupa memasukkan kuil ini dalam list kunjungan ya.


Berselimut Emas


Kilau lapisan emas di lantai dua dan tiga bangunan

foto: Dissolve

Sesuai dengan namanya “golden”, maka kuil ini memang ada unsur emasnya travelovers. Dinding bangunan tiga lantai ini sengaja dilapisi oleh emas murni. Mulai dari bangunan paling atas hingga lantai dua semuanya dilapisi emas. Kebayang kan bagaimana silaunya bangunan ini saat bertemu sinar matahari. Tapi itu letak keindahannya. Golden Pavilion di Golden Hour memang luar biasa.


Kuil yang terletak di hadapan Kolam Anmintaku ini dulu pernah mengalami dua kali kebakaran lho travelovers. Pertama pada masa perang Onin dan pada tahun 1950. Awalnya kuil ini dibangun sebagai tempat peristirahatan seorang Shogun, yakni Ashikaga Yoshimitsu. Setelah kematiannya pada 1408, kuil tersebut dijadikan sebagai Kuil Zen. Namun, pada tahun 1950 para biksu yang fanatik membakar kuil tersebut. Nah, baru pada 1955 para arsitek Jepang berkumpul dan membangun lagi kuil tersebut. Dari seluruh bangunan di kompleks peristirahatan Yoshimitsu, katanya hanya bangunan Golden Pavilion yang tersisa. Sejak masa rekontruksi hingga sekarang emas dan bangunannya masih tetap terjaga dan berkilau. Keren kan perawatannya travelovers.


Arsitektur Tiga Gaya


Lebih dekat, terlihat desain arsitektur tiga laintai yang berbeda

foto: Ancient

Selain dilapisi emas murni, bangunan kuil ini juga memiliki gaya arsitektur berbeda tiap lantai bangunanya. Pada lantai pertama, bangunan ini mengadopsi gaya Shinden yakni sebuah gaya arsitektur yang digunakan untuk pembangunan istana selama periode Heinan. Pilar kayu alami menjadi ciri khas lantai ini. Dinding bangunan lantai ini berwarna putih lengkap dengan sepuhan lukisan kisah-kisah sejarah Jepang.


Sementara lantai dua memiliki gaya arsitektur Bukke yang mengadopsi gaya bangunan tempat tinggal samurai. Hal ini sengaja, sebab lantai ini memang digunakan sebagai temat tinggal samurai. Pada lantai dua ini emas sudah mulai dilapiskan di dinding-dinding dan beberapa bagian bangunan. Eksterior bangunan ini benar-benar terturup emas lho travelovers.


Pada lantai ketiga yang digunakan sebagai kuil Zen, memang sengaja dibagun dengan gaya arsitektur Chinese Zen. Sebuah gaya arsitektur yang digunakan untuk membangun Kuil Zen di China, lengkap dengan fenghuang atau burung phoenix dalam mitologi China. Burung tersebut merupakan penjaga kuil.


Menyimpan Patung Rahasia


Bayangan Patung di Lantai Bawah yang sedikit terbuka

foto: Intrepidscout

Travelovers, konon katanya di lantai dua dan tiga Golden Pavilion ini terdapat patung rahasia yang tidak pernah diperlihatkan kepada para pengunjung. Konon di lantai ketiga juga terdapat Patung Budha Sakha dan Yoshimitsu yang sangat bersejarah. Untuk patung yang ini pengunjung bisa mengintip sedikit melalui jendela kuil yang biasa terbuka.

Kemudian, untuk patung di lantai dua yang berlapis emas, konon terdapat Patung Bodhisattva Kannon yang dikelilingi oleh Empat Raja Surgawi. Namun patung ini tidak pernah diperlihatkan kepada pengujung. Tidak ada yang tahu rupa patung tersebut karena memang tidak ada cela untuk melihat.


Serba Uang


Yuk uji keberuntungan dengan lempar koin

foto: Dominick

Bukan berlibur rasanya kalau tanpa oleh-oleh. Maka, saat berkunjung ke kuil travelovers bisa menghabiskan uang di pasar kecil di sekitar kuil. Di sana kalian bisa membeli oleh-oleh untuk sanak saudara. Setelah puas belanja, kalian bisa mencari keberuntungan dengan melempar uang koin ke cawan di batu lempar. Selesai mencari keberuntungan, travelovers bisa memakan uang dengan membeli kue yang di atasnya terdapat hiasan menyerupai koin yang bisa di makan. Lumayan seru bukan? Karena berkunjung ke emas maka kita juga harus menghabiskan banyak “emas” (koin) untuk digunakan.


Selain berkeliling melihat kilau emas kuil, travelovers juga bisa melakukan kegiatan lain yang juga berhubungan dengan uang. Travelovrs bisa menghabiskan uang, melempar uang, dan juga memakan uang. Seru banget kan Travelovers! Rasanya ingin kembali lagi bagi kami Tim TRAVELXISM ke kuil yang mempunyai “adik” bernama Ginkaku Ji atau kuil perak yang juga terdapat di Kyoto.


Begitulah kiranya Golden Pavilion yang terkenal itu travelovers. Bangunan bersejarah itu tidak hanya sangat berharga bagi jepang karena nilai sejarahnya, malainkan juga karena lapisan emasnya yang bernilai ratusan tahun. Mirip Monas ya travelovers, berlapis emas. Hanya saja Monas lebih tinggi dan emasnya hanya di ujung monument yang berbentuk lidah api. Kalau mau melihat emas di dinding bangunan, ayo kita ke Jepang bersama Tim TRAVELXISM! /Ajeng/




#Kyoto #Jepang #Japan #GoldenPaviliun #Ginkakuji #Rokounji #KuilEmas #KuilEmasJepang #KuilberlapisEmas #WisataKuilJepang #Bangunansejarah #HistoricalPaviliun #Historicalplace #KUilEmasKyoto #VisitTemple #VisitHistoricalplace #Kuil #Paviliun #Golden #LemparKoindikuil #Lemparkoin #Temple #Japantemple #VisitJapan #VisitKyoto #VisitJepang #WisataKyoto #TravelaroundJapan #TravelingKyoto #InfoWisata #Infowisatajepang #japantourism #wisatajepang #traelovers #travelbloger #traveler #traveller #travelingjepang #solotravel #travelxism #infotravelxim #TravelxismDotCom

269 views