KOPI SULINGAN SANG PRIMADONA DARI DESA JATIMULYO KULONPROGO


Berada di perbukitan menorah membuat Desa Jatimulyo ini bersuhu sejuk. Bahkan ketika jam 12 tepat pun dimana mata hari saat sedang panas-panasnya, suhu di sekitar Desa Jatimulyo pun juga terasa sejuk. Tim TRAVELXISM sudah merasakannya! Ya! Bukit Menoreh yang sangat tersohor menyimpan berbagai pesona, mulai dari destinasi wisata yang memukau sampai produk lokal yang dapat meningkatkan potensi pendapatan masyarakat. Salah satunya adalah Kopi Sulingan yang terletak di Desa Jatimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia ini yang merupakan Kopi Sulingan Sang Primadona dari Desa Jatimulyo, Kulon Progo ini.


Salah satu staff Kopi Sulingan sedang mengumpulkan biji kopi setelah dijemur di bawah sinar matahari

Desa Jatimulyo terletak di dataran tinggu perbukitan Menoreh yang membentang di 3 kabupaten yakni Kabupaten Kulon Progo, Purworejo dan Magelang. Ketiga kabupaten ini memiliki kebudayaan yang identik yaitu Tarian Angguk. Kecamatan Girimulyo di Kulon Progo ini memang surganya destinasi wisata. Sebut saja Goa Kiskendo, Taman Sungai Mudal, Kedung Pedut, bahkan Air Terjun Kembang Soka yang bagi Tim TRAVELXISM merupakan surga tersembunyi yang ada di kawasan ini. Menurut Tim TRAVELXISM destinasi wisata di Yogyakarta lebih banyak terfokus pada daerah tengah kota, sebelah utara (Merapi) dan Selatan (pantai Parangtritis, Depok, dan sebagainya). Kulon Progo ternyata memiliki pesona wisata yang luar biasa indahnya. Terbukti saat Tim TRAVELXISM melakukan kunjungan untuk membeli produk lokal Kopi Sulingan Sang Primadona dari Desa Jatimulyo Kulon Progo ini.



Cafe di Kopi Sulingan untuk para penikmat kopi di Perbukitan Menoreh


Namun kali ini Tim TRAVELXISM akan berfokus pada Kopi Sulingan Sang Primadona dari Desa Jatimulyo ini. Kopi dengan varian Robusta ini memang sudah menjadi primadona walaupun masih dijual terbatas. Produk kopi varian lokal asal Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo ini memang kalah pamor dengan Geblek atau buah durian asal bukit Menoreh. Kebanyakan kopi yang dijual adalah Robusta. Menurut Mas Kis, salah satu staff yang bekerja di Kopi Sulingan ini, kebanyakan memang tipe robusta namun bukan berarti Arabika tidak ada. “Arabika ada mas, tapi jarang dan harganya lebih mahal. Banyak memang yang pesan dan penasaran dengan kopi Arabika di Jatimulyo ini karena biasanya pohon kopi Arabika itu berada di ketinggian minimal 1000an meter di atas permukaan laut. Sedangkan daerah ini tidak sampai setinggi itu” ungkap Mas Kis di Kafe Kopi Sulingan.


Mas Kasidi melayani pembeli untuk mencicipi Kopi Robusta

Biji kopi berkualitan diperoleh dari para petani sekitar perbukitan Menoreh saat masa panen tiba. Untuk pengolahannya pun sederhana dan dengan cara tradisional. Setelah bahan baku didapat, buah kopi disortir berdasarkan kualitas dengan memilih buah kopi yang berwarna merah. Buah kopi berwarna merah ini menandakan bagus buat diolah. Setelah itu buah kopi direndam dengan air bersih selama 8 jam, lalu digilih untuk dipisahkan antara biji dan kulitnya. Setelah itu dicuci kembali dan dijemur selama beberapa hari di bawah terik matahari. “Biji kopi baru diroasting setelah benar-benar kering” ujar Mas Kasidi yang sedang melakukan proses roasting.


Roaster sedang proses roasting biji kopi setelah biji benar-benar kering

Nama kopi Sulingan ini berasal dari nama sebua burung Sulingan, salah satu jenis burung yang banyak hidup di daerah Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Ya! Daerah Jatimulyo, Girimulyo di Kulon Progo ini merupakan tempat observasi varian burung yang sudah cukup terkenal. “Banyak banget Mas, mahasiswa kesini untuk penelitian, bird watching dan observasi” tambah Mas Kis. Burung Sulingan atau biasa disebut Tledekan oleh warga setempat sering hinggap di pohon-pohon kopi. Dari sanalah asal muasal nama Kopi Sulingan tersebut. Harganya pun tidak terlalu mahal untuk yang tipe Robusta.


Kopi varian robusta yang sudah dihaluskan menjadi bubuk kopi siap dijual

Terletak di perbatasan antara Kulon Progo, Magelang dan Purworejo, Desa Jatimulyo tidak sulit untuk dijangkau. Dari Tugu Yogyakarta, Travelovers perlu kearah barat ke Godean lalu ikuti jalan sampai melewati perbatasan tersebut. Namun, jalur yang dilalui memang sedikit terjal jadi kondisi kendaraan harus prima sebelum memutuskan untuk menaiki perbukitan Menoreh. Waktu yang ditempuh antara satu sampai satu setengah jam tergantung dari kondisi lalu lintas. Papan petunjuk untuk ke sana pun sangat mudah ditemukan sepanjang perjalanan. Travelovers akan ditemani dengan pemandangan bukit Menoreh yang memanjakan mata di sebelah kiri dan kanan sampai akhirnya tiba di Jatimulyo.


Proses pengeringan dengan dijemur langsung di bawah sinar matahari


Untuk membeli Kopi Sulingan, Travelovers dapat menghubungi kami di info@travelxism.com atau +6281249605055. Travelovers juga dapat langsung memesan dan membeli kopi Sulingan dengan mengunjungi pabrik rumahan Kopi Sulingan tersebut sambil berwisata menikmati keindahan alam Kulon Progo! Ayo kita ke Jatimulyo, Desa Kopi Sulingan dan merupakan desa ramah burung di Kulon Progo!