• Travelxism

Mengenal DifaTravelX, Terobosan Baru Kolaborasi Travelxism dan DifaBike

Updated: Apr 15

Pernahkah terlintas di pikiran kamu bagaimana penyandang disabilitas bertahan di era pandemi? Perubahan yang sangat drastis memaksa setiap orang untuk beradaptasi di era ini, tak terkecuali teman-teman disabilitas. Travelxism dan DifaBike berkolaborasi meluncurkan project terbaru untuk menjawab masalah ini. Kamu pasti penasaran kan apa sih project tersebut?? Baca artikel ini sampai akhir ya!


DifaTravelX merupakan project terbaru hasil kolaborasi antara Travelxism dan DifaBike. Project ini bermula ketika industri pariwisata yang menjadi ranah bisnis Travelxism terpuruk akibat pandemi. Di sisi lain, DifaBike sebagai penyedia layanan ojek online dan tour and guide service oleh penyandang disabilitas selama pandemi turut mengalami penurunan drastis. Di era yang serba sulit, penyandang disabilitas perlu “effort lebih” untuk tetap bertahan. Oleh karena itu, Travelxism dan DifaBike bekerja sama untuk memberdayakan para penyandang disabilitas melalui terobosan baru di industri pariwisata melalui DifaTravelX. Terobosan baru?? Apa aja sih yang baru??

Being Elsewhere by Going Nowhere

Sumber: Dokumentasi Travelxism


Akan ada dua program kece yang diluncurkan dalam DifaTravelX, yaitu Virtual Tour dan Virtual Experience. Apa tuh min bedanya? Virtual Tour akan membawa Travelovers menjelajahi berbagai destinasi wisata serta mengulik sejarah dan informasi dari tempat tersebut. Sementara pada Virtual Experience, Travelovers dapat menikmati aktivitas menarik yang digelar oleh penduduk lokal di suatu tempat.


Travelovers gak perlu jauh-jauh untuk berwisata. Sebab dua program tersebut menyajikan pengalaman berwisata ke berbagai penjuru daerah tanpa harus pergi kemana-mana. Mau di rumah, di café, atau di mana pun Travelovers sudah bisa menjelajah wisata ke tempat lain. Seru banget!


Wujud Wisata Inklusif

Sumber: Dokumentasi Travelxism


Target utama sebagai penerima manfaat adanya DifaTravelX ini yaitu 10 tourist guide penyandang disabilitas dari DifaBike serta 20 pemuda lulusan SLB di Yogyakarta dan sekitarnya. Mereka nantinya akan menjadi host dalam program yang dilaksanakan oleh DifaTravelX ini, lho.


Travelxism turut memberikan pembekalan kepada para partisipan untuk menjadi host profesional. Mereka diberikan pelatihan dan mentoring mengenai public speaking, virtual creative activity, virtual interaction, dan hospitality. Pelatihan ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu lho, Travelovers.


Melalui DifaTravelX, industri pariwisata terbuka untuk siapapun atau difable-friendly. Tidak ada lagi batasan bagi penyandang disabilitas bergelut di industri pariwisata.


The New Logo of DifaTravelX

Sumber: Travelxism


Travelovers wajib tau nih logo DifaTravelX dan filosofi makna di baliknya. Biru menjadi warna dominan yang terlihat di logo tersebut. Karena biru menjadi warna yang mewakili dua perusahaan pencetus DifaTravelX ini, yaitu Travelxism dan DifaBike. Selain itu, biru bermakna kepercayaan dan loyalitas. Hal ini sejalan dengan prinsip yang dianut oleh kedua perusahaan untuk mendapat kepercayaan masyarakat luas dengan menjunjung loyalitas dalam pelayanan. Sementara itu, simbol kursi roda bermakna bahwa program ini melibatkan kaum disabilitas dalam pelaksanaannya. Terakhir, simbol lokasi sebagai base yang mengemas seluruh logo melambangkan ‘peta’ yang artinya DifaTravelX siap menemani berwisata melalui ruang virtual.


Sekarang Travelovers sudah paham kan mengenai DifaTravelX? Mimin mau spill nih kalau program DifaTravelX sebentar lagi akan launching, lho. Penasaran kapan sih tanggal rilisnya? Pantengin terus Instagram @travelxism, @difabike, serta website ini untuk update info terbarunya. Mimin tunggu partisipasi Travelovers yaa!!



/Safiratul Khodijah – Peserta STIP Batch 2 Travelxism – Universitas Negeri Yogyakarta/




135 views0 comments