• Travelxism

Menikmati Watu Payung di Perbatasan Medan Waktu


Photo by: Shintya Dwiatika - Peserta STIP Travelxism - Universitas Pancasila

“….Kamu boleh marah, kamu boleh menangis, kamu boleh sendiri. Tak perlu menahan semua emosi. Cukup tahu kamu manusia. Luangkan sedikit waktu, hanya kamu, dan celah-celah lemahmu di hadapan Tuhan…”


Jika Jogja bisa berbicara, tiada habisnya misteri tiap misteri ia ceritakan. Meskipun kamu menutup mata dan terpejam ia akan menembangkan syair-syair indah yang menghiasi seluruh hamparan tanah kepunyaannya. Watu Payung atau biasa dikenal dengan Selo Langit Prambanan terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, topografi perbukitan dan view tidak perlu diragukan lagi.


Selain lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota, wisata Watu Payung sangat dekat dan bahkan satu rute dengan Watu Papal, Candi Ijo, dan Tebing Breksi. Bila kamu seorang Astrophile dan Opcraphile, destinasi wisata ini sangat cocok buat kamu. Sebelum matahari tepat di atas batok kepala, di pagi hari Watu Payung akan menunjukkan gugusan awan yang tipis-tipis di balik langit bersama biru yang akan menyusul di waktu siang. Memasuki pergantian waktu menuju malam segerombolan awan berbaris diantara langit yang mulai kemuning menjadi jingga dan pada akhirnya malam tiba menaburkan bintang-bintang di langit.


Watu Payung tidak sepopuler saudara dekatnya, Tebing Breksi. Namun, secara view tidak kalah dan bahkan bisa bersaing dengan wisata-wisata yang lain di sekitarnya. Biasanya destinasi Watu Payung menjadi persinggahan wajib bagi penantang trek atau rute-rute ekstrem khususnya yang hobi olahraga bersepeda. Selain tempat ini sangat direkomendasikan bagi pemburu sunrise dan sunset, Watu Payung juga akan menampilkan kepada kamu hamparan pemandangan Klaten dan Gunungkidul dari ketinggian.


Bila kamu perhatikan di batu Watu Payung terdapat ukiran naga yang menghadap ke sebelah timur, selain sebagai keindahan ukiran tersebut memiliki makna simbolis yang artinya penjaga. Ukiran naga tersebut merupakan adaptasi perpaduan antara naga yang berada di Bali dan Yogyakarta.


Sebelum pandemi Covid-19 menyerang, tempat ini kedainya banyak terbuka dan menjual berbagai makanan berat, snack, dan minuman yang tentunya membuat tenggorokan menjadi segar. Apalagi pendopo di sekitar watu payung memiliki suasana sejuk untuk berteduh dari paparan sinar matahari siang yang cukup menyengat di kulit.


Destinasi wisata Watu Payung menjadi salah satu rute tujuan paket Jeep. Sehingga bagi kamu yang ingin menikmati dan merasakan new experience bisa mencoba paket yang satu ini. Jadi, kamu tak perlu khawatir masalah akses dan transportasi karena semuanya sudah tersedia.


Aku ingin sedikit menceritakan pengalaman menarik sewaktu aku ke Watu Payung. Saat kamu tidak mengeluarkan suara apapun, maka kamu bisa mendengar suara angin yang menerpa dedaunan jati. Semilir anginnya juga bisa menenangkan jiwa dan kemudian menjadi sejuk. Sehingga selain langit yang bisa kamu nikmati, wisata ini juga bisa menyatukan kamu dengan alam.


Beberapa pecinta sunrise dan sunset menyarankan datang di bulan Juli di Watu Payung untuk mendapatkan view yang lebih maksimal. Bila kamu tim yang lebih menikmati pemandangan matahari terbit dan suasana pagi, maka datanglah sekitar pukul 5:00 pagi dan tidak kurang dari pukul 10:00. Di waktu ini kamu bisa mendapatkan suasana kabut, gradasi warna ciri khas dari waktu pagi, hawa yang dingin, dan menyegarkan pikiran.


Selanjutnya untuk tim pengejar senja, sebaiknya datang pukul 15:30 karena matahari sudah tidak terlalu menyengat. Sambil menunggu momen matahari terbenam kamu bisa berbincang dengan teman, memotret pemandangan di smartphone, dan sekedar berfoto untuk diabadikan ke akun sosial media masing-masing. Jangan lupa untuk selalu melakukan cek ramalan cuaca di gadget. Agar kamu datang disaat waktu yang cerah dan kondisi langit tidak gelap karena cuaca berawan.


Selo langit atau batu langit memiliki berbagai macam vibes di setiap perbatasan atau pergantian waktu. Kamu yang pecinta senja dan sunrise tidak perlu bertengkar karena perbedaan kubu, pada dasarnya wisata Watu Payung yang berada di Sleman memberikan semuanya kepada kamu bagi penikmatnya.


Watu Payung terbuka 24 jam dan tiket masuknya pun gratis, kamu hanya perlu donasi seikhlasnya di sebuah kotak pengembangan agar tempat wisata dapat jauh lebih maju dari sebelumnya. Berwisata bukan sekadar menikmati view dan sekedar menikmati me time tetapi alangkah baiknya menjadi pendukung yang bisa berdampak positif terhadap kemajuan destinasi wisata yang dituju.


Yuk ke Jogja!, Sleman dan berbagai keindahan alam dan geoheritagenya akan membuat kamu takjub karena akses Jeep bersedia menemani langkah new adventure untuk jauh mengenal lebih dekat dengan titik-titik surga yang ada di Sleman salah satunya Selo Langit atau Watu Payung. Pergantian cahaya, bukit, dan kuliner siap melengkapi experience dalam kehidupan kamu di sini!


/Muh. Fernanda - Peserta STIP Travelxism - Universitas Hasanuddin/

19 views0 comments