Pentingnya Digitalisasi Destinasi Pariwisata



Perkembangan manusia berjalan selaras dengan perkembangan teknologi. Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi membuat orang mudah terlena. Pada akhirnya kemudahan yang ada membuat orang harus memilih, antara mengikuti perkembangan teknologi atau tertinggal bersama kemunduran.


Digitalisasi adalah salah satu bukti kemudahan teknologi. Digitalisasi kini sudah hampir memasuki semua lini kehidupan manusia. Kegiatan sehari-hari seperti belanja, makan, bahkan berpergian semua sudah dilakukan secara digital. Segala bentuk kenyamanan digital inilah yang kemudian mendorong Menteri Pariwisata, Arif Yahya menggalakan digitalisasi dalam sektor pariwisata pada 2014.


Sejalan dengan ide tersebut, TRAVELXISM juga turut mempertimbangkan digitalisasi sebagai salah satu produk yang diberikan sebagai salah satu dukungan untuk memajukan sektor pariwisata Indonesia. Digitalisasi merupakan sebuah solusi cerdas yang memiliki beberapa manfaat. Nah, berikut manfaat dan alasan kenapa sih pariwisata juga perlu didigitalisasi, versi TRAVELXISM:


Kekuatan Viral


Materi Viralitas oleh Vinia R. Prima selaku social media specialist Travelxism | Foto: Trvelxism

Satu hal yang pasti, kemudahan teknologi yang tidak terbatas dimensi dan waktu membuat informasi menyebar dengan mudah. Salah satu kekuatan dari media digital, utamanya media sosial adalah kecepatan akses dan kecepatan viral yang sangat menguntungkan. Dengan teknologi digital, sebuah pariwisata bisa jadi terkenal hanya dalam hidungan hari atau bahan jam. Sadar akan kekuatan dari media sosial, TRAVELXISM juga menawarkan produk digitalisasi di mana di dalamnya terdapat manajemen dan kampanye media sosial. Di sini TRAVELXISM akan membantu sebuah destinasi pariwisata mengelola media sosial, sehingga tingkat awareness dari pengunjung akan semakin meningkat.


Semakin Dikenal Luas


Nah, dengan adanya digitalisasi destinasi pariwisata, orang akan semakin mengenal luas keberadaan destinasi tersebut. Orang dibelahan dunia lain yang tidak tahu akan jadi tahu. Digitalisasi untuk memperkenalkan sebuah destinasi pariwisata bisa dilakukan melalui banyak hal, salah satunya adalah melalui pembuatan website seperti salah satu paket yang ditawarkan oleh TRAVELXISM. Melalui keberadaan website, sebuah destinasi menjadi punya arsip dan jejak digital yang bisa ditelusuri dimanapun, kapan pun, dan oleh siapapun. Keberadaan sebuah website juga dapat membantu calon wisatawan mendapakan informasi yang akurat dari destinasi tersebut.


Menekan Biaya Industri Pariwisata


Selain kepopuleran dari sebuah destinasi hal krusial lainnya adalah terkait pendanaan. Umumnya biaya terbesar dari industri pariwisata terletak pada peremajaan dan promosi. Persaingan yang ketat kadang membuat pengelola industri pariwisata melakukan segala macam promosi untuk menarik perhatian wisatawan. Namun, melalui promosi digital, biaya untuk promosi bisa sedikit ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan lain seperti perbaikan kualitas layanan destinasi. Memanfaatkan media sosial, website, dan internet, promosi bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.


Tentu saja promosi melalui media di atas tidak bisa dilakukan sembarangan, pihak destinasi harus tahu dan paham target promosi. Untuk itu, TRAVELXISM dalam hal ini bisa membantu mengatasi dengan menyediakan jasa Pemetaan Pasar Promosi. Dengan begitu, destinasi pariwisata menjadi tepat sasaran dalam membidik konsumen pariwisata.


Meningkatkan Kunjungan


Dari semua alasan yang ada, alasan pasti dan manfaat digitalisasi yang paling utama adalah meningkatkan kunjungan wisatawan. Sejak dicanangkan pada 2014, digitalisasi sektor pariwisata ini setidaknya sudah membantu meningkatkan kunjungan wisata di tanah air. Data 2017 memperlihatkan, melalui Go Digital, sektor pariwisata Indonesia tumbuh 24 persen. Wisatawan menjadi sangat terbantu dan senang berwisata dengan kemudahan digital. Sebab 70 persen wisatawan pasti akan mencari, melihat, dan mempelajari melalui digital destinasi sebelum melakukan perjalanan.


Membangun Infrastruktur Sosial


Sama seperti kekuatan viral, digitalisasi sebuah destinasi pariwisata dapat membangun infrastruktur sosial sejalan dengan pembangunan infrastruktur fisik pendukung kegiatan pariwisata baik oleh Pemerintah, swasta maupun swakelola. Dengan kekuatan infrastruktur sosial ini values dari sebuah destinasi akan sejalan dengan meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Disini Tim TRAVELXISM membantu para klien terutama pemerintah kabupaten dan destinasi pariwisata dalam membangun infrastruktur sosial sesuai dengan SOP yang diterapkan oleh TRAVELXISM. Pembangunan infrastruktur sosial ini pasti akan selalu dimasukkan dan menjadi salah satu bagian kegiatan proyek yang ditawarkan.


Pengembangan Sumber Daya Manusia


Pengembangan SDM dengan pendampingan | Foto: Travelxism

Pengelolaan digital seperti website, media sosial dan hal digital lainnya dilakukan oleh sumber daya manusia yang kompeten. Di beberpa wilayah, terdapat banyak sumber daya manusia yang kurang mumpuni dalam pengelolaan media digital. Maka, TRAVELXISM hadir dengan memberikan pelatihan digitalisasi termasuk mengelola website, cara untuk mengunggah artikel, optimalisasi SEO serta pengelolaan sosial media. Harapannya adalah, agar values dan exposure sebuah destinasi akan meningkat sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.


Maka sejatinya digitalisasi ini memang sebuah keharusan bagi sektor pariwisata Indonesia. Bukan semata karena mengikuti perkembangan zaman namun juga karena memang untuk meningkatkan jumlah wisata yang terdaftar dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Digitalisasi merupakan solusi cerdas pariwisata yang harus dilanjutkan demi kenyamanan berwisata. Salam Pariwisata! /Ajeng/


#digitalisasi #godigital #destinasipariwisatadigital #digitalisasipariwisata #digitalisasidestinasi #travelxism #travelovers #travelxismdotcom #infotravelxism #produktravelxism #pelatihantravelxism #travelxismtraining #konsultasi #jasapendampingan #jasadigitalisasidestinasi #pariwistaindonesia #gointernational #desawisata #desadigital #pariwistaindonesiagodigital #jejakdigital


44 views