• Travelxism

Representasi Makna ‘Kebaikan’ dalam Sebuah Arti Nama Becici


Photo by: Siti Roida Abdar – Peserta STIP Travelxism – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Memiliki sebuah nama yang indah, merepresentasikan pula bagaimana indahnya tempat ini dipandang. Puncak Becici, kawasan hutan pinus yang satu ini tak kalah menariknya dengan sekian banyaknya wisata pinus yang ada di Mangunan. Eksotisme alam hutan pinus yang disuguhkan tempat ini sangatlah luas. Kawasan hutan seluas 4,4 hektar itu menjadi kawasan wisata pinus terbesar di sepanjang Desa Wisata Mangunan. Panorama alam Kota Jogja dapat terlihat jelas dari atas Puncak Becici. Di Puncak Becici ini tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya saja lho Travelovers. Travelovers harus tahu juga kalau Puncak Becici itu penuh akan makna dan cerita-cerita penting di dalamnya. Tentunya cerita-cerita itu hadir dari masa lalu, dari peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di sini.


Puncak Becici dirintis pada tanggal 10 November 2014. Seiring berjalannya waktu kemudian dibentuklah lembaga Koperasi Noto Wono yang menaunginya. Koperasi Noto Wono dibentuk sebagai badan keamanan dan juga administrasi yang bertanggung jawab atas destinasi-destinasi yang ada di kawasan Wana Wisata Budaya Mataram. Pemberian nama ‘Becici’ memiliki makna tersendiri. ‘Becici’ berasal dari kata ‘Mbeciki’, dalam bahasa Jawa ‘Mbeciki’ asalnya dari kata ‘Becik’ yang artinya baik. Jadi bisa diartikan ‘Mbeciki’ itu kebaikan. Nah dari balik arti Becici yang artinya kebaikan, masih juga tersimpan cerita lho Travelovers. Pada zaman dahulu, tempat ini menjadi tempat petilasan, tempat untuk bersemadi atau bertapa. Mbah Bei adalah tokoh desa setempat yang melakukan kegiatan bertapa di tempat ini. Tujuan dari bertapa itu sendiri adalah agar mendapat suatu ilham atau petuah atau pencerahan dalam hal kebaikan. Nah, dari hal inilah diambil nama ‘Becici’ atau ‘Mbeciki’ yang artinya kebaikan.


Karena letaknya yang berada di ketinggian maka ditambahkan lah kata puncak dalam penamaannya sehingga menjadi Puncak Becici. Sesuai namanya yang bermakna kebaikan, kebaikan ini juga benar-benar tercermin dalam keberjalanan Puncak Becici. Pihak pengelola Puncak Becici telah memberdayakan masyarakat sekitar dengan mempekerjakan mereka di sektor pariwisata tersebut. Kurang lebih ada 60 karyawan yang telah diberdayakan dari masyarakat sekitar. Di bidang kuliner, memberdayakan sekitar 36 orang yang menyediakan jasa kuliner. Lalu terdapat juga wisata jeep, kurang lebih ada 40 orang yang diberdayakan dalam jasa wisata jeep tersebut. Memang benar, nama itu sebuah doa. Penamaan Becici yang berarti kebaikan ini telah terkabulkan juga dan membawa kebaikan bagi semua orang baik di di lingkungan internal maupun eksternal, baik langsung maupun tidak langsung.


Dari atas Puncak Becici, setiap sudut panorama Kota Jogja akan terlihat jelas. Bahkan bisa juga untuk melihat cuaca dari sudut mana saja. Ada satu hal lagi lho Travelovers yang menarik dari tempat ini. Mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama pernah juga mengunjungi Puncak Becici. Wah keren sekali bukan? Sekelas orang penting seperti Obama datang jauh-jauh dari Amerika untuk mengunjungi Puncak Becici. Tentu saja beliau sangat terkesan melihat eksotisme alam yang disuguhkan di sini. Dari kunjungan Obama tersebut, Puncak Becici kemudian mencapai masa kejayaannya. Kunjungan Obama menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, bahkan pihak pengelola membuat sebuah penanda bernama “Monumen Obama” di puncak sebagai tanda dulu Obama pernah berada di sini.


Puncak Becici memang menjual panorama alamnya. Pihak pengelola menginginkan tempat ini tetap alami hutan tanpa banyak spot-spot buatan. Menurutnya, spot buatan itu nantinya akan bisa ditiru orang, bahkan bisa jauh lebih bagus, lalu kita akan mendapatkan apa? Maka dari itulah mereka lebih mementingkan kealamian dari tempat ini. Bahkan, dari sini juga terselip makna ‘kebaikan’ lagi Travelovers. Pihak pengelola selain menghadirkan beberapa fasilitas unggulan seperti wisata jeep, camping ground, dan lain sebagainya, mereka juga menyediakan paket kegiatan jelajah alam atau tracking hiking. Tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada pengunjung tentang alam, tentang berbagai jenis tanaman yang tumbuh di alam, dan semua komponen-komponen alam. Hal seperti ini sangat jarang saya jumpai lho, namun di sini mereka menghadirkan fasilitas tersebut yang tentunya sangat bermanfaat. Khususnya buat Travelovers yang pecinta alam banget nih!


Selain ingin mengenalkan keindahan alam melalui paket kegiatan jelajah alam, pihak Puncak Becici juga turut mengenalkan seni dan budaya yang ada di daerah tersebut. Salah satunya yaitu pertunjukan seni tradisi bernama Gejog Lesung. Gejog Lesung adalah seni tradisi khas setempat untuk penyambutan. Dalam hal ini, Gejog Lesung ditampilkan di Puncak Becici untuk menyambut pengunjung yang datang. Namun, saat ini seni Gejog Lesung belum ditampilkan kembali, mengingat masih dalam tahap recovery setelah kemarin sempat ditutup karena pemberlakuan aturan PPKM. Pertunjukan seni dan budaya lainnya juga kerap ditampilkan di panggung amfiteater yang berada di bagian bawah Puncak Becici. Pemandangan belakang panggung langsung menyuguhkan background alam Kota Jogja yang menawan.


Di samping panggung amfiteater tersebut terdapat spot baru juga lho Travelovers, yaitu Kedai Kopi Becici. Saya sudah pernah mencicipi menu kopi gula arennya di sini dan enak sekali. Travelovers wajib mencoba nih menu-menu kopi dari kopi lokal yang disuguhkan di Kedai Kopi Becici. Jika Travelovers tidak terlalu menyukai kopi, terdapat menu non kopi juga di sini. Di kedai kopi ini, pihak pengelola juga memberdayakan masyarakat setempat untuk mengoperasikannya. Kebanyakan memang anak muda milenial, karena berhubungan dengan kopi yang mana kini banyak digandrungi di kalangan anak muda. Tak hanya menyediakan kopi, Kedai Kopi Becici juga menyediakan berbagai makanan ringan seperti kentang goreng, singkong, dan lain-lain sebagai pendamping minuman.


Sebuah nama yang memiliki arti sederhana namun maknanya sangat dalam, bahkan terwujudkan dalam setiap bagian di dalamnya. Sebagaimana pepatah Jawa mengatakan, “Becik ketitik ala ketara”, yang mengandung makna bahwa sekecil apapun kebaikan maupun keburukan itu pasti akan terlihat. Oleh karena itu sudah seharusnya kita selalu berusaha berbuat kebaikan walau sekecil apapun.


See you on the next experience, Travelovers!


/Anjani Hayatunnufus – Peserta STIP Travelxism – Universitas Sebelas Maret/

79 views0 comments