SAMPAH JADI LADANG RUPIAH DI DESA SUKUNAN YOGYAKARTA

Gapura bertuliskan selamat datang di Kampung Sukunan, Gamping, Sleman, Yogyakarta menyambut kami memasuki kampung yang sudah terkenal dengan pengolahan sampah non-organiknya. Kesuksesan ini tidaklah didapat secara instan karena awalnya desa ini merupakan desa yang kumuh dan terisolir. Wargapun banyak yang membuang sampah di sungai bahkan membakar sampah. Sejak lebih dari 20 tahun lalu, warga desa Sukunan mulai mengalami perubahan dengan membentuk kelompok kecil untuk berkeliling kampung dan mengumpulkan sampah yang berserakan, belajar dan memahami pengolahan sampah sampai berhasil mendirikan Bank Sampah pada tahun 2016.



Berawal dari sini Bapak Iswanto mulai memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah


Barang-barang yang Tim TRAVELXISM display dan jual merupakan barang-barang hasil olahan warga Desa Sukunan, Gamping, Sleman tersebut. Kreatifitas warga dapat terlihat dari hasil yang bagus mengubah sampah menjadi produk berguna dan elegan.Berbagai terobosan pengolahan sampah ini dibuat karena warga bosan dengan pengelolaan sampah yang monoton dari mulai mengumpulkan, memilah dan menjualnya kepada pengepul. Lalu dibuatlah unit-unit usaha kerajinan untuk mengolah sampah dengan membuat produk-produk kerajinan yang berguna seperti purse, tempat pensil, dompet, cover notebook sampai bantalan kursi. Sampah plastik tersebut diubah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi dari nilai jual ketika masih berupa sampah. Tidak hanya sampah plastik, sisa-sisa kain perca dari penjahit pun juga dikumpulkan lalu Unit Usaha Kerajinan Kain Perca dan dijahit ulang menjadi beragam produk seperti tas tangan, tas, topi, sandal jepit hingga kotak hadiah. Pembelinya pun terdiri dari berbagai kalangan dan tidak hanya dari pulau Jawa. Pembeli pun juga ada yang berasak dari Pulau Jawa.



Berbagai foto-foto serta infografis petunjuk pengelolaan sampah organik dan anorganik


Untuk memaksimalkan pengurangan pembuangan sampah dan limbah, warga Desa Sukunan lewat Unit Usaha Bengkel Sampah pun juga berhasil mengembangkan teknologi yang dapat menghasilkan briket bio-arang dan cairan pengawet kayu. Briket bio-arang tersebut terbuat dari ranting kayu dan dedaunan, sedangkan pengawet kayu terbuat dari uap cair hasil pembakaran sampah organik. Kreatif sekali ya Travelovers! Selain itu kreatifitas dan inovasi ini dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Sukunan. Partisipasi masyarakat pun meningkat pesat.Limbah domestik pun juga tidak langsung dibuang, namun warga Desa Sukunan menciptakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL Komunal) yang bertujuan agar limbah tersebut tidak mencemari badan sungai ketika dibuang.



Produk yang berasal dari sampah plastik memiliki nilai jauh lebih tinggi


Adalah Iswanto, seniman sampah dari Desa Sukunan yang memulai dan memberdayakan masyarakat Desa Sukunan untuk mengelola dan mengolah sampahnya sendiri. Pria lulusan S3 Ilmu Lingkungan dari Universitas Gadjah Mada ini merupakan dosen tetap Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Yogyakarta. Tidak mudah awalnya untuk mengubah persepi masyarakat mengenai sampah, namun perlahan tapi pasti, usaha yang dijalan berbuah hasil. Warga Desa Sukunan sekarang sudah mandiri untuk mengolah sampah dan limbahnya sendiri (swakelola). Sangat gigih ya Travelovers!



Rumah-rumah warga banyak yang dihias dengan hiasan botol air mineral serta drum untuk memilah sampah


Rute untuk pergi ke Desa Sukunan sangatlah mudah. Jarak yang ditempuh pun tidak terlalu jauh. Dari Tugu Jogja yang sangat fenomenal, Travelovers hanya mengikuti jalan kearah Godean. Setelah melewati perempatan Mirota Godean, Travelovers masih harus menelusuri jalan Godean sampai di perempatan Jalan Godean dan Jalan Tata Bumi, Travelovers belok kiri kearah selatan lalu belok kanan ketika sampai di Jalan Cokrowijayan. Telusuri jalan tersebut sampai bertemu Gapura Kampung Sukunan. Banyak yang melakukan studi banding baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kehidupan warga pun sekarang berubah menjadi lebih baik selain dari hasil penjualan tersebut, tetapi juga dari mengurangin dampak negatif sampah terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.



Salah satu produk berupa gantungan yang berasal dari tutup botol plastik air mineral


Jika Travelovers berminat membeli barang hasil produksi mereka, Travelovers dapat menghubungi kami di info@travelxism.com atau +6281249605055, atau dapat langsung bertemu bapak Iswanto di rumahnya yang letaknya dekat dari Kantor Sekretariat Pokdarwis Desa Sukunan, Gamping, Sleman tersebut!