• Travelxism

Selain Rasa dan Keindahan Alam, Keramahan Juga Penting di Natadamar


Photo by: Aditya Prasetya Aji – Peserta STIP Travelxism – Universitas Sebelas Maret

Berbicara mengenai sektor pariwisata memang tidak lengkap jika tidak mengutamakan unsur hospitality atau keramahtamahan. Dapat dikatakan jika hospitality atau keramahtamahan adalah jantungnya pariwisata itu sendiri. Bayangkan saja, jika dalam suatu industri pariwisata tidak menerapkan unsur hospitality, akankah industri pariwisata tersebut akan tetap hidup dan maju?


Apa sih hospitality atau keramahtamahan itu?


Nah, Travelovers di sini harus paham nih apa arti dari hospitality itu sendiri. Hospitality memiliki arti keramahtamahan, kesopanan, keakraban, dan juga rasa saling menghormati. Kalau saya simpulkan, hospitality itu suatu hubungan yang terjalin antara tamu dengan tuan rumah, atau sikap ramah. Dengan cara menerima tamu, memberi pelayanan kepada pengunjung maupun orang asing yang datang.


Dalam industri pariwisata, hospitality itu unsur yang sangat penting lho Travelovers! Karena hal ini berhubungan langsung antar pelaku pariwisata. Saya sendiri kerap kali melihat fenomena hospitality atau keramahtamahan ini yang kurang memadai atau kurang sesuai. Namun tentunya hal tersebut seharusnya dapat menjadi masukan dan bahan refleksi agar dapat diperbaiki menjadi lebih baik lagi.


Pekan lalu, saya baru saja berkunjung ke suatu tempat yang menarik nih, Travelovers. Tempat ini berada dalam kawasan wisata lho, tapi, tempat ini adalah sebuah kedai kopi dan penyedia kuliner khas setempat. Ya, Kedai Kopi Natadamar. Berada di sebuah kawasan desa wisata Mangunan dan Wana Wisata Budaya Mataram, Kedai Kopi Natadamar adalah salah satu tempat penyedia kuliner khas Mangunan yang cukup terkenal di lingkungannya.


Pada kesempatan yang lalu saya sudah menuliskan pengalaman saya yang terkagum-kagum dengan beberapa menu khas dan unik di Kedai Kopi Natadamar ini. Bagaimana tidak, konsep yang dibuat memang sangat mengagumkan pengunjung. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya mengenai hospitality atau keramahtamahan di Kedai Kopi Natadamar.


Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa hospitality itu hubungan antara tuan rumah dengan tamu. Saat kita berkunjung ke suatu tempat, itu artinya kita adalah sebagai tamu. Sedangkan pihak dari tempat yang kita kunjungi adalah sebagai tuan rumah. Dalam hal ini, Kedai Kopi Natadamar merupakan salah satu destinasi wisata kuliner. Jika dikerucutkan lagi maka pelayanan yang diberikan termasuk ke dalam profesi Food and Beverage. Agaknya Travelovers tidak asing bukan dengan istilah tersebut? Buat yang sering ke coffee shop pasti tahu nih!


Food and Beverage termasuk profesi yang memiliki tugas yang berhubungan dengan hospitality. Seperti yang kita tahu, tugas dari profesi ini yaitu mengatur makanan atau minuman yang akan disajikan kepada tamu (pengunjung/pembeli) sesuai dengan standar kualitas yang berlaku. Tidak hanya itu Travelovers, unsur hospitality di sini, sebagai pelayan juga harus bisa melayani tamu (pengunjung/pembeli) yang ingin memberikan kritik atau saran atas makanan atau minuman yang disajikan.


Saat saya mengunjungi Kedai Kopi Natadamar, suasana di sini sangat hangat. Baik suasana secara visualnya sendiri maupun suasana hospitality atau keramahtamahannya. Perlu Travelovers ketahui nih, hal menarik dari para pekerja di Kedai Kopi Natadamar ini adalah para milenial atau anak-anak muda desa setempat. Menurut pernyataan Bapak Totok selaku pengelola pada saat saya bertanya, bahwa pihak pengelola memang berupaya untuk memberdayakan masyarakat setempat, khususnya anak-anak muda yang sudah lulus sekolah untuk dipekerjakan di Kedai Kopi Natadamar.


Lagi-lagi hal ini membuat saya kagum dengan Kedai Kopi Natadamar. Bagaimana tidak, di zaman sekarang ini untuk mencari sebuah pekerjaan sudah sangatlah susah dan bersaing dimana-mana. Tapi di Kedai Kopi Natadamadar, mereka berusaha menarik masyarakat sekitar untuk diberdayakan bekerja di tempat tersebut. Tentu saja harapannya adalah supaya anak-anak muda ini tidak lantas menganggur setelah bersekolah, dan supaya memiliki skill atau keahlian baru juga yang dapat menjadi bekal untuk ke depannya.


Seperti masyarakat desa pada umumnya yang dikenal ramah, sopan, dan santun. Di Kedai Kopi Natadamar ini, yang notabene pekerja yang dipekerjakan adalah masyarakat desa Mangunan sendiri, pelayanan yang diberikan juga sangat ramah, sopan, dan santun. Mulai dari menyambut, menyajikan makanan atau minuman, hingga saat dimintai pertolongan. Seperti contohnya, meminta tolong untuk memotretkan foto. Hal kecil tersebut mereka dengan antusias melayaninya dengan baik. Kehangatan antara suasana dengan pelayanan yang diberikan di sini memang sangat terasa. Travelovers harus banget nih datang ke Kedai Kopi Natadamar untuk membuktikannya sendiri!


Mengenai pelayan yang dipekerjakan di sini, mereka juga diberikan bekal dalam hal meracik sebuah kopi yang baik dan benar. Tentunya dalam hal meracik kopi, selalu ada unsur bagaimana cara menyajikannya dengan baik dan benar pula. Pihak pengelola Kedai Kopi Natadamar menghadirkan barista senior untuk memberikan pelatihan skill kepada para pelayan di sini. Dari hasil output yang terlihat dan saya perhatikan, memang keramah-tamahannya juga berjalan dengan baik. Meskipun cita rasa dari kopi yang disajikan memang belum sesempurna coffee shop ternama, setidaknya keramahan pelayanan kepada pengunjung atau pembeli sudah terjalin dengan baik.


Hospitality dalam hal food and beverage di sini, tidak hanya melayani ketika menyajikan makanan atau minuman dan atau ketika pengunjung memberikan kritik atau saran seperti yang saya tuliskan di atas tadi. Tetapi tetap berkaitan dengan konsep pariwisata, dimana keramahtamahan tetap harus sesuai, menemani pengunjung (ketika dibutuhkan), menjelaskan kepada pengunjung mengenai tempat tersebut, mengingat Kedai Kopi Natadamar juga salah satu tempat wisata yang menyajikan pemandangan keindahan alam hutan pinus Mangunan. Maka pelayan di sini sudah seharusnya dapat menerapkan hal tersebut.


Nah, perlu diingat ya Travelovers, kalau sikap ramah atau keramahtamahan juga harus kita miliki. Jadi ketika berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain atau asing, kita tetap dapat menempatkan diri dengan baik.


See you on the next experience, Travelovers!


/Anjani Hayatunnufus – Peserta STIP Travelxism – Universitas Sebelas Maret/


37 views0 comments