Ternyata Ada 7 Kampung Tematik di Solo


Setelah beberapa waktu lalu TRAVELXISM sudah berkunjung ke salah satu kampung tematik gagasan dinas pariwisata surakarta, yakni Kampung Mural Joho, sekarang TRAVELXISM akan memberikan informasi seputar kampung tematik lainnya. Seperti yang sudah TRAVELXISM jelaskan di artikel sebelumnya, bahwa saat ini pemerintah Solo sedang berusaha membangun Urban Tourism. Dalam pelaksanaanya, pemerintah setempat berusaha membangun kampung tematik nih travelovers.


Nah, di Solo sendiri memang banyak kampung yang berpotensi dijadikan sebagai destinasi wisata. Sejauh ini sudah lebih dari 10 kampung yang direkontruksi sebagai kampung tematik yang bisa menerima wisatawan. Berikut ini TRAVELXISM akan ulas 7 kampung tematik yang siap dikunjungi di Solo, selain Kampung Mural Joho. Siapa saja mereka? Simak tulisan berikut ini travelovers.


Kampung Kepatihan


Potret bangunan tua SMP 13 Surakarta

Foto: Traveling Yuk

Kepatihan ini dulunya merupakan salah satu pusat pemerintahan sebuah Kraton, sehingga tidak heran kalau banyak bangunan tua dan bersejarah di sini. Kepatihan bisa menjadi salah satu destinasi wisata menarik yang menyajikan bangunan tua bersejarah yang beberapa sudah beralih fungsi. Salah satunya adalah sebuah bangunan tua milik salah seorang saudagar tembakau yang kini telah beralih fungsi menjadi bangunan sekolah. Kalau ke Kampung Kepatihan, travelovers bisa sambil napak tilas sejarah kepatihan yang dulunya merupakan pusat kraton yang hilang. Jangan lupa foto di sana ya travelovers, banyak spot foto vintage yang menarik.


Kampung Batik Kauman


Para pengrajin batik di Kampung Batik Kauman

Foto: Pariwisata Solo

Sama halnya dengan Jogja, Solo juga terkenal dengan kerajinan batiknya. Mungkin karena masih satu rumpun ya travelovers, jadi kerajinanya juga mirip-mirip. Nah, Kampung batik yang satu ini diklaim sebagai pusat batik tertua di Solo lho travelovers. Di kampung ini wisatawan tidak hanya bisa membeli batik tapi juga bisa ikut berinteraksi bersama para pengrajin batik, termasuk ikut membatik. Lokasi Kampung Batik Kauman ini tidak jauh dari jalan utama Solo, yakni Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Rajiman sehingga akses ke sana cukup mudah. Kalian bisa naik Batik Solo Trans (BST) dari Stasiun Balapan. Sampai di sana, kalian bisa berkeliling kampung dengan berjalan kaki di gang-gang kecil kampung sambil menikmati bangunan tua dengan gaya arsitektur Jawa-Belanda.


Kampung Batik Laweyan


Salah seorang pengrajin batik laweyan yang masih bertahan

Foto: Pariwisata Solo

Kampung Batik Laweyan ini juga tertua lho travelovers, tapi kedua setelah Kampung Batik Kauman. Sama seperti di Kampung Batik Kauman, hampir semua penduduk di sini berprofesi sebagai pembuat dan penjual batik. Di sini wisatawan juga bisa belajar membuat batik lho. Kampung Batik Laweyan ini merupakan ikon batik Kota Solo. Hal tersebut sudah ditetapkan sejak tahun 1912 saat Serikat Dagang Islam didirikan. Selain itu, sebanyak 250 motif batik dari kampung ini juga sudah dipatenkan. Keren kan Travelovers!


Berbicara tentang motif, kedua kampung ini pun memiliki perbedaan. Motif batik Kampung Kauman memiliki tone warna yang gelap dengan desain yang klasik sehingga terkesan lebih formal. Mungkin karena batik kauman adalah yang digunakan oleh Kasunanan ya. Nah kalau batik Laweyan beda lagi, tone warnanya lebih terang dengan motif yang sangat beragam.


Kampung Sayur


Sayur di depan rumah-rumah warga

Foto: Pemkot Surakarta

Berawal dari kegiatan pemanfaatan lahan kosong, sebuah perkampungan biasa yang terlatak di Ngemplak Sutan Mojosongo ini kemudian menjadi terkenal sebagai Kampung Sayur. Mulai dari Lansia hingga anak-anak semua sibuk menanam sayuran. Selain sibuk menanam, sekarang masyarakat setempat juga sudah memanen. Kampung Sayur tersebut kini menjadi hijau dan asri dan sering ikut kompetisi kampung hijau dan kerap menjadi juara favorit.


Kampung Blangkon


Seorang pengrajin blangkon sedang merapikan pekerjaannya

Foto: Berita Baca

Kalau Bali punya Udeng, Solo punya blangkon. Nah, blangkon merupakan penutup kepala khas Jawa Tengah yang terbuat dari batik. Blangkon ini merupakan pelengkap dari baju tradisional Jawa. Kampung Blangkon di Solo ini terletak di Potrojayan, Serengan, Solo. Di kampung ini hampir semua orang berprofesi sebagai pembuat blangkon. Terdapat sekitar 25 tempat pembuatan blangkon di kampung ini. Masuk ke kampung ini, kalian akan disambut dengan kesibukan warga yang berkutat dengan kain batik yang dijadikan sebagai bahan pembuatan blangkon.


Kampung Permata


Peresmian Kampung Permata oleh Wali Kota Surakarta Budi Suharto

Foto: Pemkot Surakarta

Siapa yang mengira kalau Solo juga memiliki sentra produksi permata. Keren dan mewah bukan travelovers. Kampung yang terletak di Jeyengan, Serengan, Solo ini hampir semua penduduknya berprofesi sebagai pedagang intan berlian. Konon, Kampung Permata ini didirikan oleh komunitas Banjar yang datang dan menetap di Surakarta sejak 1746. Banyak permata-permata yang diproses dan diolah mulai dari berbentuk batu kasar sampai jadi menjadi intan yang gemilau nan indah.


Kampung Kemlayan


Pertunjukan tari tradisional di Kampung Kemlayan Solo

Foto: Pemkot Surakarta

Seni dan tari agaknya memang melekat pada Solo. Bagaimana tidak, kota ini sampai memiliki kampung khusus kesenian. Kampung tersebut adalah Kampung Kemlayan. Dulu, ceritanya Kampung Kemlayan ini merupakan tempat tinggal para seniman gamelan pada era Pakubuwono X. Maka tidak heran kalau seni dan tari melekat di kampung ini. Sekarang, Kampung Kemlayan bahkan menjadi pusat seni dan tari yang bisa dikunjungi kapan pun. Warga setempat masih sering melakukan pertunjukan di dalam kampung. Jadi kalau travelovers rindu dengan musik jawa, berkunjunglah ke Kampung Kemlayan.


Itu dia kampung tematik di Solo yang bisa dijadikan pilihan kalau sedang berlibur ke Solo. Jangan lupa membeli produk yang dihasilkan kampung-kampung tersebut ya travelovers. Supaya masyarakat di kampung wisata tersebut bisa makmur. Jadi, ayo kita ke Solo!/Ajeng/



#KampungWisata #Solo #JawaTengah #Surakarta #SpiritofJateng #KampungWisataSolo #KampungWisataJawaTengah #KampungWisataMural #Kampungkemlayan #KampungBatik #KampungBatikKauman #KampungBatikLaweyan #KampungWisataKepatihan #KampungBlangkonSolo #KampungPermata #KampungSenimanKemlayan #KampungSayur #DestinasiWisata #Sustainabletourims #Destinasiwisataberkelanjutan #VisitSolo #VisitJawaTengah #KampungMuralSolo #KampungMuralJoho #VisitJoho #VisitSurakara #VisitIndonesia #ExploreSolo #JalanJalanSolo #KampungUnik #KampungWisataUnik #KampungWisataMenarik #ObjekwisataSolo #TempatWisataSolo #PemkabSolo #PariwisataSolo #SoloTheSpiritofJava #Traveling #TravelingSolo #Solotraveler #VisitIndonesia #PesonaIndonesia #WonderfulInfonesia #infowisatasolo #infowisata #infopariwisataindonesia #Traveler #Travelxism #InfoTravelxism #TravelxismDotCom

0 views