Tetap Terjaga! Desa Adat Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi


Travelovers, di Sukabumi Jawa Barat ada sebuah kampung yang masih menjunjung tinggi adat istiadat setempat. Namanya Kampung Kesepuhan Ciptagelar travelovers. Kampung ini bahkan menganut hukum adat yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


Kampung Kesepuhan Ciptagelar ini merupakan salah satu kampung adat yang sangat konsisten menjaga keselarasan hidup dengan alam. Semua kegiatan di kampung ini masih dilakukan dengan tradisional. Salah satu yang unik dan masih dipertahankan kampung ini adalah proses memasak nasi yang masih dilakukan dengan cara tradisional. Para penduduk di sini masih memasak menggunakan tungku dan peralatan masak tradisonal seperti Aseupan atau bamboo kerucut untuk memasak nasi. Keren kan! Tidak heran kalau kampung ini termasuk salah satu destinasi pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism.


Dipimpin Oleh Seorang Abah


Foto: Ciptagelar

Travelovers, pemangku adat di Kampung Kesepuhan Ciptagelar ini disebut Abah. Saat ini, seorang Abah bertugas memimpin 15.795 jiwa atau 3.833 KK di Kesepuhan Ciptagelar dan sebanyak 338 jiwa terhimpun dalam 76 KK di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar.


Kampung Kesepuhan Ciptagelar ini memang terbagi menjadi dua travelovers, yakni Kesepuhan Ciptagelar untuk penduduk pada umumnya dan Kesepuhan Gede yang merupakan tempat tinggal para sesepuh yang dituakan. Nah, dalam menjalankan pemerintahan di sini, Abah dibantu oleh perangkat rakyat yang mengurus administrasi, paninggaran yang menjalankan tugas gaib untuk menjaga pertanian, sawer yang menjaga keamanan dan beberapa perangkat lainnya yang bertugas dalam bidang kesenian.


Pola Pertanian Tradisional


Foto: Ciptagelar

Kampung Kesepuhan yang tersebar di sekitar kawasan Gunung Halimun ini mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai seorang petani. Inilah yang sampai sekarang masih dipertahankan, yakni pola pertanian tradisional. Di Kampung Kesepuhan Ciptagelar ini acara tanam menanam padi merupakan acara akbar yang memiliki serangkaian ritual dan perayaan, sehingga akan sangat meriah.


Bagi masyarakat setempat, padi merupakan simbol kehidupan yang berharga sehingga padi di sini tidak diperjual-belikan melainkan disimpan dalam 8000 lumbung yang ada. Meski panen satu tahun sekali, namun hasil panen selalu melimpah dan dapat mencukupi kebutuhan beras seluruh penduduk.


Maka setiap tahunnya desa ini pasti ramai dengan pesta dan tradisi pertanian seperti ngaseuk, mipit, nutu, nganyaran, dan ponggokan yang kemudian diakhiri serentaun. Serentaun ini merupakan puncak acara yang dilakukan dengan ritual penanaman padi.


Tidak Terisolasi dan Terbuka


Foto: Ciptagelar

Meski merupakan desa adat dan menerapkan hukum adat, namun warga kampung ini tidak terisolasi sama sekali dari dunia luar lho travelovers. Mereka bahkan sangat terbuka dengan keberadaan dan kemajuan teknologi dan pendidikan.


Terkait pendidikan, di kampung ini terdapat dua sarana pendidikan yakni sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Anak-anak di kampung ini juga diperkenankan untuk menerima pendidikan setinggi-tingginya. Namun untuk dua sekolah di kampung tersebut tetap harus menyisipkan nilai nilai adat dan kebudayaan agar anak-anak tidak lupa akan budaya daerahnya. Sementara itu, akses teknologi juga sangat baik sebab menurut mereka teknologi merupakan kebutuhan. Keberadaan teknologi sama sekali tidak mengusik masyarakat sebab mereka beranggapan bahwa mereka adalah penjaga keseimbangan sehingga semua bisa berjalan selaras.


Banyak! 30 Upacara Adat


Foto: Ciptagelar

Sebagai desa adat pasti banyak kegiatan adat yang dilakukan Kampung Kesepuhan Ciptagelar ini. Total ada sekitar 30 upacara adat yang dilakukan di kampung ini. Selain upacara bertanian yang sudah dituliskan di atas, terdapat juga beberapa upacara dan kegiatan kebudayaan lain. Tentu saja di sela upacara terdapat hiburan yang unik seperti petunjukan seni Jipeng, Topeng, Angklung Buhun, Wayang Golek, Ujungan, Debus, dan Pantun Buhun. Di setiap pertunjukan ini banyak juga yang datang untuk melihat dan berkunjung ke Kampung ini lho travelovers. Kadang mereka yang datang adalah yang rindu dengan seni tradisional yang perlahan mulai ditinggalkan.


Begitulah Kampung Kesepuhan Ciptagelar di Sukabumi, Jawa Barat. Desa adat ini masih sangat tradisional sekali travelovers. Bukan hanya sistem pertanian saja yang tradisional, bahkan rumah bangunan rumah juga masih sangat tradisional. Nah, untuk menunjang kehidupan mereka tidak hanya bertani nih travelovers, mereka juga berdagang dan menjadi pegawai swasta. Kampung Kesepuhan Citragelar ini merupakan destinasi pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism yang benar-benar menjaga keseimbangan hidup dengan alam. Mereka memperlakukan alam dengan sangat baik dan bertanggung jawab sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. Jadi, selamat berwisata ke alam!/Ajeng/



#Desaadat #Traditionalvillage #Sukabumi #Bandung #JawaBarat #KampungCiptagelar #KampungKesepuhanCiptagelar #SustainableTourism #DestinasiPariwisataBerkelanjutan #AmazingBandung #VisitBandung #WonderfulIndonesia #PesonaIndonesia #WisataBandung #WisataalamBandung #WisataadatBandung #DesaAdatBandung #TradisiTanamPadi #Abah #PertanianTradisional #DesaAdatSukabumi #InfoWisata #InfoWisataBandung #Traveler #Traveller #TraveltoBandung #TRaveltoIndonesia #InfowisataSukabumi #Travelbloger #Travelovers #Travelxism #InfoTravelxism #TravelxismDotCom #TRavelIndonesia #TravelBandung #TravelTradition #TravelPhotograph #Instatravel #Instabloger #Travelblog #Bloger #TourismBlogger #Travellers

0 views