Tidak Pernah Mati! Kota Tua Jakarta yang Memesona


Bosan ke Ancol dan Dufan? Bingung kalau ke Jakarta mau berwisata ke mana? tenang Travelovers karena di Jakarta ada satu wisata yang tidak pernah mati. Adalah kawasan wisata Kota Tua di Jakarta Barat yang tidak pernah sepi pengunjung. Hampir setiap hari pengunjung datang memadati kawasan bersejarah itu.


Kawasan Kota Tua Jakarta ini merupakan sebuah kawasan yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Pada tahun 1620 VOC dibawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen membangun sebuah kota baru yang diberi nama Batavia. Pada tahun 1650 pembangunan Kota Batavia selesai dan dialih fungsikan sebagai kantor pusat di Hindia Timur. Maka tidak heran kalau arsitekturnya sangat mirip dengan bangunan di Belanda. Nah, apa sih yang bisa dilakukan di Kota Tua ini? TRAVELXISM sudah merangkum daftar kunjungan ke wisata di Kota Tua.


Bermain di Taman dan Musium Fatahillah


Museum Fatahilla Jakarta

Foto: Triptrus

Taman dan Museum Fatahilla ini merupakan ikon Kota Tua Jakarta. Setiap pengunjung yang datang ke Kota Tua Jakarta pasti memenuhi kawasan taman. Pada masa kolonial Belanda Museum Fatahillah difungsikan sebagai Balai Kota, makanya bangunannya dibuat dengan sangat megahnya.


Masuk ke Museum, kalian akan disambut oleh meriam besar yang terletak di muka museum. Nah, di museum ini traveloves bisa melihat sekitar 23.500 koleksi barang bersejarah baik yang asli atau replika. Kalian bisa melihat gerabah, sejarah Jakarta, furniture antik, prasasti, dan barang bersejarah lainnya. Di bagian bawah museum ini juga terdapat sebuah penjara bawah tanah yang gelap dan lembab.


Bagian paling ramai tentu ada adi Taman Museum Fatahilla yang sangat luas. Travelovers bisa melalukan banyak hal di sana, seperti berfoto, duduk bersantai, atau bersepeda dengan sepeda klasik ala-ala jaman belanda. Di bagian depan taman juga terdapat beberapa orang yang berdandan ala noni belanda, nah kalian bisa berfoto juga bersama mereka. Menyenangkan bukan!


Museum Seni Rupa dan Keramik


Bagian dalam Museum Keramik

Foto: Jakarta Tourism

Bergeser ke Timur sedikit, travelovers akan sampai pada Museum Seni Rupa dan Keramik. Selain menyimpan banyak barang kesenian yang bersejarah, di museum ini juga sering diadakan berbagai pameran seni rupa lho travelovers.


Museum yang dibangun oleh seorang arsitek bernama Jhe W.H.F.H van Raders pada 1870 ini telah melewati banyak alih fungsi bangunan. Pada pembangunan awal dia gunakan sebagai kantor pengadilan. Kemudian pada 1949 bagunan ini beralih menjadi gudang logistik tentara belanda. Kemudian dia beralih menjadi kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kantor Dinas Museum, hingga pada akhirnya pada 1990 resmi menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Selain menikmati barang seni bersejarah, di sini kalian juga bisa melihat Workshop Keramik dan Melukis. Sambil belajar sejarah juga belajar seni ya Travelovers.


Melihat Uang di Museum Bank Indonesia


Bagian dalam Museum Bank Indonesia

Foto: Pengen Traveling

Tidak jauh dari Museum Fatahillah, kalian akan menemukan bangunan belanda besar yang di depannya tertulis Museum Bank Indonesia. Namanya juga Bank ya travelovers, pasti di dalamnya menyimpan banyak sekali uang.


Masuk ke museum ini kalian akan disambut dengan lobi yang sangat megah layaknya di Eropa. Nuansa klasik dan elegan akan sangat terasa di sini. Masuk ke dalam museum kalian akan disambut dengan 6 ruangan utama. Ada ruang teater di mana kalian bisa menyaksikan sejarah Bank Indonesia, kemudian ruang moneter di mana terdapat emas murni, ruang nurismatik yang menyimpan berbagai jenis uang yang pernah digunakan di Indonesia, atau kalian juga bisa menyaksikan bayangan uang koin berjatuhan di ruang playmotion. Wah menarik bukan!


Mencoloknya Toko Merah


Toko Merah

Foto: Clozette

Masih di kawasan Kota Tua Jakata, saat melintasi jalanan di sana bisa jadi mata kalian akan menangkap gambar bangunan besar berwarna merah di antara bangunan putih kusam. Nah, itulah Toko Merah yang sangat ikonik Travelovers. Bentuk bangunannya sederhana, hanya bangunan kotak yang cocok untuk digunakan sebagai pertokoan, namun warnanya sangat mencolok.


Konon bangunan ini merupakan sebuah rumah tinggal dari seorang jenderal VOC, Gustaaf Willem Baron van Imhoff. Namun, kemudian berpindah tangan ke saudagar cina dan dijadikan sebagai sebuah toko. Dalam mitologi China, merah merupakan warna keberuntungan, sehingga toko ini di cat merah dengan maksud yang sama. Nah saat berkunjung ke Kota Tua, kurang lengkap rasanya kalau tidak berpose dengan latar bangunan tua klasik ini.


Merahnya Pecinan Glodok


Acara di Petak Sembilan

Foto: Medcom

Lelah berwisata, tidak afdol rasanya kalau tidak berbelanja. Nah, di kawasan Kota Tua terdapat satu kawasan wisata belanja yang amat terkenal, yakni Pecinan Glodok. Kawasan Pecinan ini memang sudah terkenal seantero Jakarta. Memasuki gang kawasan ini, kalian akan disambut dengan warna merah yang memenuhi jalanan. Nah, di salah satu kawasan bernama Petak Sembilan Travelovers bisa berbelanja banyak sekali pernak-pernik. Selain itu, kalian juga bisa melakukan wisata kuliner di sini.


Kawasan ini merupakan salah satu kawasan Pecinan yang sudah lama berdiri. Maka tidak heran kalau toko dan pedagang di sini sudah berdagang dari generasi ke generasi. Wah keren ya Travelovers!


Pelancongan ke Kawasan Kota Tua Jakarta memang tidak ada matinya. Selain wisata sejarah, kita juga bisa berwisata seni, budaya dan juga kuliner. Tapi ingat ya travelovers, jangan berkunjung ke kawasan wisata ini pada hari senin atau hari besar nasioanl, sebab beberapa tempat wisata, khususnya museum akan tutup sebab akan dilakukan kegiatan penyegaran museum. Sudah tidak bingung kan kalau ke Jakarta? Ingat Jakarta, Ingat Kota Tua! /Ajeng/



#Kotatua #KotaTuaJakarta #Jakarta #Indonesia #OldcityJakarta #OldCity #Museum #MuseumKotaTua #MuseumFatahilla #MuseumBankIndonesia #MuseumKeramik #MuseumWayang #PetakSembilan #PecinanGlodok #Glodok #TokoMerah #TokoMerahJakarta #BangunanBersejarah #WisataSejarah #Historicalplace #HistoricalTourism #VisitJakarta #VisitIndonesia #VisitKotatua #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #AmazingJakarta #TourismJakarta #InfoWisataJakarta #WisataJakarta #InfoWisata #Traveler #Travelovers #Travelover #TravellingJakarta #TravellingKotaTua #TravelJakarta #InfoTravelxism #TravelxismDotCom #Travelxism

0 views