Upacara Dirgahayu Republik Indonesia ke-72 saat Travelling di Australia Barat Sungguh Khidmat


Australia menjadi salah satu destinasi favorit para travellers yang berasal dari Indonesia. Selain jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, Australia juga difasilitasi dengan adanya direct flight dari maskapai penerbangan baik nasional maupun internasional. Travelling ke Australia pada musim liburan itu sudah begitu mainstream, bagaimana dengan travelling dan berada di Australia pada saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Ya! Inilah salah satu pengalaman dari Tim Travelxism ketika berada di Western Australia, terutama Perth pada tanggal17 Agustus kemarin. Tim Travelxism sangat menyarankan para travellers untuk singgah di KJRI/KBRI negara setempat untuk merasakan khidmatnya upacara dan meriahnya perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus ini. Yuk! Ikuti pengalaman kami Tim Travelxism ketika merayakan hari Kemerdekaan RI ke-72 di KJRI Australia Barat di Kota Perth ini.


Photo credit: Christopher Pranata

Berlokasi di Adelaide Terrace di Kota Perth, Tim Travelxism turut hadir dan merasakan khidmatnya upacara dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 ini. Upacara dan perayaan ini dihadiri dari lebih dari 300 orang yang dari berbagai kalangan termasuk Diaspora Indonesia, Organisasi Masyarakat Indonesia di Perth dan warga negara Indonesia yang bermukin di Australia Barat. Upacara ini bahkan dihadiri oleh siswa-siswi sekolah Australia, Wesley College dan Peter Moyes Anglican Community School beserta dengan gurunya. Mereka diundang karena mereka mempunyai program pembelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sudah menjadi dari bagian dari kurikulum di banyak sekolah di Australia lho! Sebagai warga negara Indonesia, kami dari tim Travelxism sangat bangga akan hal ini. Bapak Ade Padmo Sarwono selaku Konjen Republik Indonesia di Australia Barat menyatakan apresiasi atas keturutsertaan mereka dalam upacara dan program Bahasa Indonesia di sekolah mereka. Beliau juga mengutarakan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia adalah bukti bahwa Indonesia dan Australia mempunyai hubungan bilateral yang kuat.


Photo credit: Tim Travelxism

Selain itu, berbagai pertunjukan daerah pun dipertontonkan diantaranya pertunjukan permainan alat musik Kolintang oleh Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Perth dan organisasi masyarakat Kawanua. Lagu yang mereka mainkan pun seirama yakni bertemakan perjuangan seperti Maju Tak Gentar, Halo Halo Bandung, dan tentunya Hari Merdeka. Perpaduan dan harmonisasi bunyi musik pukul yang terbuat dari kayu ini sungguh memukau dan menhibur para undangan dan peserta upacara yang hadir. Ibu Ibu DWP ini berlatih selama beberapa minggu dan pelatihnya pun khusus didatangkan dari Indonesia lho Travelovers! Beberapa anggota DWP pun juga bernyanyi seirama dengan alunan musik yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara.


Photo credit: Tim Travelxism

Yang tidak kalah tentunya, menu hidangan Indonesia juga disajikan pada acara ramah tamah. Nasi kuning, telor balado, ayam goreng, dan sambel goreng sangat memanjakan lidah untuk semua yang hadir termasuk tim Travelxism. Bagi orang Indonesia, sudah menjadi rahasia umum kalau menyantap hidangan tanpa sambal memang rasanya kurang lengkap. Oleh karena itu, lalapan mentah, kerupuk dan sambel terasi pun juga dihidangkan sebagai pelengkap yang sangat menggugah selera. Pada acara ramah tamah tersebut juga diadakan pemotongan Tumpeng oleh Bapak Konjen beserta Ibu dan didampingi oleh pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang berasal dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA). Tumpeng yang telah disepakati menjadi ikon kuliner tradisional Indonesia terbuat dari nasi (baik putih maupun kuning) yang berbentuk kerucut menyerupai gunung berapi. Kata "tumpeng" sendiri merupakan sebuah akronim yang berasal dari bahasa Jawa yaitu "Yen metu kudu sing mempeng" yang berarti "kalau keluar harus dengan sungguh-sungguh." Nasi tersebut dilengkapi dengan berbagai lauk pauk dan sayur berjumlah tujuh macam yang merupakan hasil bumi yang berasal dari darat dan air. Angka tujuh sendiri pun berasal dari budaya jawa dengan angka "pitu" atau tujuh dan mempunyai filosofi jawa yang maknanya "pitulungan" atau pertolongan. Keragaman budaya kita dengan makna filosofinya sungguh luar biasa. Tim kami akan membuat feature yang lengkap mengenai tumpeng pada artikel selanjutnya.


Photo credit: Tim Travelxism

Pengalaman ini sungguh luar biasa dialami oleh tim Travelxism ketika berada di Perth saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Kami, tim Travelxism sangat mengajurkan bagi para travellers ketika travelling ke luar negeri saat hari Kemerdekaan RI untuk mencari tahu informasi tentang upacara HUT RI. Selain bisa ramah-tamah dan bersosialisasi dengan masyarakat Indonesia di negara tersebut, upacara di negara lain dapat menumbuhkan rasa Nasionalisme kita kepada Republik Indonesia tercinta. Kami pun sempat merinding ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersamaan dengan pengibaran sang Saka Merah Putih. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan tidak akan terlupakan. /Gilang Fauzi/

#upacara #HUTRI #KJRI #AustraliaBarat #Paskibra #Kolintang #Tumpeng

69 views