• Travelxism

Virtual Tour: Emang Worth It?


Sumber: www.freepik.com


Salut. Comment ca va?

Kali ini Mimin nyapa kalian pakai Bahasa Perancis karena habis liburan ke Paris. Iya, habis liburan langsung lanjut bikin artikel ini.

Emang nggak capek, Min? Nah, kalau kalian tanya kayak gitu, jawabannya jelas nggak. Penasaran kan kenapa Mimin nggak capek padahal habis liburan? So, Mimin itu ikut Virtual Tour ke Paris. Murah dan Mimin nggak perlu tes Covid-19 dulu, Travelovers. Terus, apa sih Virtual Tour? Liburan kok online, Min? Apa nggak lebih enak nonton YouTube aja? Yuk, Mimin kasih paham biar kalian nggak bingung.

Virtual Tour adalah konsep terbaru dalam dunia pariwisata yang digencarkan selama pandemi Covid-19. Konsep ini memudahkan kita untuk berwisata ke berbagai destinasi wisata secara virtual atau online dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Biasanya dalam Virtual Tour, host atau tour guide akan menjelaskan suatu destinasi wisata mulai dari sejarah hingga informasi penting terkait lokasi tersebut. Selain Virtual Tour, juga ada istilah Virtual Experience. Nah, kalau yang satu ini, tour guide atau host akan mengajak kita melihat aktivitas menarik dari penduduk setempat. Contohnya seperti lokasi kerajinan tangan dan aktivitas UMKM dalam mengolah suatu produk makanan. Jadi, keduanya sama-sama akan membawa kita menuju destinasi wisata yang dapat memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman baru.

Mimin sebagai generasi yang ingin sering healing, tapi nggak mau uang hilang tentu sangat merekomendasikan Virtual Tour dan Virtual Experience sebagai koentji work-life balance. Kalau kalian berpikir lebih enak nonton YouTube karena kualitas videonya stabil, mungkin kalian bisa baca artikel ini sampai tuntas karena Mimin akan membagikan alasan kenapa Virtual Tour sangat worth it untuk diikuti.


Mengurangi Potensi Penyebaran Covid-19

First of all, ini salah satu alasan utama yang mendasari kenapa Mimin jadi tertarik buat ikut Virtual Tour. Yaps, waktu awal pandemi, Mimin stress banget nggak bisa ke mana-mana. Cuma bisa nonton Drama Korea, kerja, dan revisi. Ya, hal itu terjadi berulang-ulang sampai akhirnya Mimin beraniin diri buat coba ikutan Virtual Tour. Awalnya ragu, tapi setelah dicoba ternyata seru juga. Oh, iya. Kalian juga harus tahu kalau Kemenparekraf dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sangat mendukung terobosan baru yang satu ini, lho.


Membantu Mengurangi Polusi dan Emisi CO2

Ini buat yang bertanya-tanya, kenapa sih kok KLHK sampai mendukung adanya Virtual Tour? Gini, bahan bakar yang dipakai oleh kendaraan itu salah satunya akan mengeluarkan senyawa karbondioksida (CO2). Nah, senyawa ini kalau berlebihan, maka dapat memicu peningkatan gas rumah kaca. Travelovers di sini udah tahu kan kalau efek dari gas rumah kaca itu cukup besar? So, ketika kalian berwisata secara virtual, maka karbondioksida (CO2) yang dihasilkan pun akan berkurang. Kalau kalian bisa membantu mengurangi emisi CO2, maka artinya kalian punya peran hebat dalam menjaga bumi dan menciptakan pariwisata berkelanjutan. Yuk, cobain dulu ikut Virtual Tour!


Dilakukan Secara Live

Nah, ini poin yang cukup penting. Kenapa Mimin merekomendasikan kalian untuk ikut Virtual Tour ketimbang nonton YouTube? Ya, Mimin akui kalau YouTube emang punya kualitas video yang stabil. Tapi, Virtual Tour jelas lebih interaktif. Hal ini karena Virtual Tour diadakan secara live dengan host atau tour guide yang akan dengan sabar menjelaskan informasi mengenai lokasi tersebut, mulai dari tiket masuk, bagaimana perjalanan masuk ke lokasi wisata, sejarahnya, dan lain-lain. Oleh karena itu, informasi yang bisa kita dapatkan juga lebih detail dan nggak basi. Sedangkan jika menonton video YouTube, biasanya hanya terjadi interaksi searah dan cenderung kurang up to date dengan informasi terbaru. Jadi, kalau kalian punya rencana untuk liburan ke suatu tempat, bisa cari tahu lokasi tersebut melalui acara Virtual Tour terlebih dulu.


Hemat dan Fleksibel

Seperti yang Mimin bilang di awal, Virtual Tour itu murah dan nggak bikin capek sama sekali. Bayangin aja, kita cuma rebahan di kamar, tapi bisa dapat pengetahuan dan pengalaman baru. Poin plus, kita nggak perlu nabung berbulan-bulan sampai harus mengurangi jatah untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan kita bisa ajak orang tua, kakek, nenek, dan siapa pun tanpa takut kehabisan biaya atau ngos-ngosan karena harus jalan di lokasi wisata.


Yeayyyyy! Itu tadi alasan-alasan kenapa Mimin ikut Virtual Tour. Oh, iya. Kalau kalian tertarik untuk ikut, coba tunggu update dari Mimin karena DifaTravelX yang disponsori oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme (AGS) akan mengadakan Virtual Tour di Daerah Istimewa Yogyakarta, lho. Untuk informasi lebih lengkap, kalian bisa follow Instagram Travelxism supaya nggak ketinggalan update-nya, ya!


Sumber Referensi:

Antaranews.com. (2021, Februari 3). Wisata Virtual, Tantangan Baru Turisme Indonesia. https://www.antaranews.com/berita/1980246/wisata-virtual-tantangan-baru-turisme-indonesia


Menlhk.go.id. (2021, April 16). Wisata Alam Virtual di Masa Pandemi. https://www.menlhk.go.id/site/single_post/3888



/Alfiatu Rohima - Peserta STIP Travelxism Batch 2 - Universitas Ahmad Dahlan/


11 views0 comments