Wae Rebo, KESUKSESAN Negeri di Atas Awan


Rumah Adat Wae Rebo

Foto: Nusa TenggaraTimoer

Travelovers, kita kembali liburan ke desa yuk. Setelah beberapa waktu lalu Travelxism membawa kalian menelusuri Desa Wisata Panglipuran, maka sekarang Travelxism akan mengajak kalian ke desa wisata lain. Kita pindah ke Nusa Tenggara Timur dulu. Jadi, desa wisata yang akan Travelxism kulik kali ini adalah Negeri Atas Awan tanah Flores, alias Desa Wae Rebo.


Wae Rebo adalah satu-satunya desa adat yang ada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur travelovers. Desa ini merupakan desa adat di atas gunung. Lokasinya yang jauh dari pusat kota dan dibentengi oleh pegunungan membuat desa ini sempat terisolir. Namun, karena terisolir, desa ini menjadi desa wisata yang masih asli dan asri. Dulu, Wae Rebo hanya sebuah desa terpencil di balik gunung, tapi sekarang desa ini sukses mengukir nama di peta wisata dunia travelovers. Bahkan desa adat ini termasuk dalam kategori pariwisata berkelanjutan/sustainable tourism yang memberdayakan masyarakat dan menjaga alam. Luar baisa bukan?


Revitalisasi Mbaru Niang


Proses Perbaikan Mbaru Niang

Foto: Wae Rebo

Nah, satu hal yang terkenal dari Wae Rebo adalah rumah adatnya. Warga setempat menyebutnya dengan Mbaru Niang. Memiliki arsitektur yang unik, ternyata mbaru niang sempat pernah rubuh karena sudah termakan usia travelovers. Tapi berkat bantuan arsitek Yori Antar dan tangan-tangan baik, mbaru niang kembali di bangun dan direnovasi sehingga lebih kokoh. Rumah adat lima lantai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bentuknya yang kerucut semakin menambah daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung baik wisatawan domestik maupun asing. Kalau mampir ke Wae Rebo wajib hukumnya berfoto di depan rumah adat ini travelovers.


Sajian Negeri di Atas Awan


Nampak Atas Pemandangan Desa Adat Wae Rebo

Foto: Pesona Travel

Setelah Mbaru Niang selesai di renovasi. Wisatawan mulai berdatangan. Meski akses ke Wae Rebo tergolong susah dan menanjak, tapi tetap banyak pengunjung yang ingin menyaksikan negeri di atas awan tersebut. Pemandangan pagi hari di Wae Rebo bak negeri dongeng di atas awan yang berselimut kabut. Pemandangan malamnya pun tak kalah, gugusan bintang kerap kali terlihat jelas tanpa ada awan menghalangi. Pemandangan inilah yang juga menarik wisatawan untuk datang. Hal ini secara tidak langsung turut meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Wae Rebo. Berkat hilir mudik wisatawan yang masuk ke desa, pendapatan warga menjadi meningkat. Benar-benar destinasi wisata berkelanjutan/sustainable tourism ya travelovers.


Komoditas Kopi Naik


Seorang Warga Wae Rebo sedang mengolah biji kopi yang telah dijemur

Foto: Pesona Travel

Selain rumah adat dan pemandangan, Wae Rebo juga terkenal dengan biji kopi yang dihasilkan. Bahkan katanya Wae Rebo merupakan penghasil kopi terbaik di dunia. Nah, karena hal ini jadi banyak pengusaha kopi di berbagai wilayah, khususnya Jakarta yang datang langsung untuk membeli kopi Wae Rebo travelovers. Dengan kepopuleran kopi mereka, maka nilai jual kopi Wae Rebo melambung travelovers. Awalnya hanya 25 ribu rupiah perkilo menjadi 48-50 ribu rupiah perkilo. Wah hapir dua kali lipat ya travelovers.


Keramahan Warga Wae Rebo


Warga sedang bercengkrama dengan wisatawan asing

Foto: Wae Rebo

Travelovers, di Wae Rebo ini tidak ada hotel ya. Jadi kalau travelovers ingin berwisata di sana, kalian akan tinggal bersama dengan warga setempat. Tapi tenang travelovers, warga Desa Wae Rebo sangat ramah dan terbuka dengan wisatawan. Jadi travelovers tidak usah khawatir. Beberapa anak di Wae Rebo juga fasih berbahasa Indonesia dan bahasa asing. Hal ini karena mereka sering bersinggungan dengan wisatawan, sehingga ilmu bahasa mereka menjadi berkembang.


Sebagai salah satu destinasi wisata berkelanjutan/sustainable tourism, Wae Rebo benar-benar memberikan dampak yang nyata. Destinasi pariwisata ini berangsur mulai mensejahterahkan warganya. Baik melalui wisatawan atau melalui penjualan kopi. Selain itu, mereka juga memberdayakan warganya sendiri untuk menjadi pemandu wisata, sehingga tidak heran kalau kemampuan bahasa anak-anak Wae Rebo lebih baik. Nah travelovers, kalau kalian kebetulan sedang berada di Flores, jangan lupa mampir ke Wae Rebo ya. Karena selain menikmati pemandangan yang disuguhkan, kalian juga turut membantu mensejahterakan warganya lho. Jadi, selamat berwisata. /Ajeng/


#Desawisata #WaeRebo #DesaWaeRebo #Negeriatasawanwaerebo #RumahadatWaeRebo #RumahadatMbaruNiang #NusaTenggaraTimur #Manggarai #Indonesia #Flores #Asia #Wisataadat #Desawisataadat #Travel #Traveler #Instatravel #TravelBloger #Infowisata #PesonaIndonesia #TravelIndonesia #KopiWaerebo #BijiKopiWaeRebo #TravelingIndonesia #PariwisataIndonesia #Wisataalamindonesia #BackpackerIndonesia #Backpacker #WisataAlamIndonesia #Infotravelindonesia #Waereboramah #PendudukWaerebo #KeramahanWaeRebo #KelilingIndonesia #Desadiatasawan #Travexism #Travelxismdotcom #Infotravelxism

257 views